Top 10/50/100

6 Dosa Ovrebo Kepada Chelsea yang Membuatnya Sulit Dimaafkan

Arief Hadi merangkum enam dosa yang dibuat oleh Ovrebo, yang membuatnya sulit untuk dimaafkan oleh para penggemar Chelsea...

We are part of The Trust Project What is it?

Nanti malam, atau tepatnya dini hari pukul 02.45 WIB, akan berlangsung pertandingan seru antara dua tim besar, Chelsea dan Barcelona, di leg pertama 16 besar Liga Champions. Keduanya bisa disebut sebagai rival, mengingat intensitas pertemuan mereka yang cukup sering terjadi di Eropa.

Pertandingan akan berlangsung di Stamford Bridge, stadion yang juga pernah menjadi saksi laga dramatis di tahun 2009. Ketika sebiji gol yang dicetak Michael Essien, dibalas gol penyama kedudukan Andres Iniesta yang sangat krusial dalam menentukan kelolosan Barca. Golnya itu merupakan satu gol tandang yang memisahkan kedua tim, setelah leg pertama berakhir imbang tanpa gol di Camp Nou. Agresivitas gol tandang Barca meloloskan mereka ke final, lalu kemudian mereka menjuarai Liga Champions dengan mengalahkan Manchester United.

Menurut pengakuan juru bicara staf perawatan kebidanan, Mercedes Rodriguez, gol Iniesta meningkatkan angka kelahiran di Rumah Sakit Quiron, Katalunya. Memang, masih diperlukan banyak penelitian untuk membuktikannya. Tapi, hal ini menunjukkan betapa besar efek atau dampak gol Iniesta bagi publik Catalunya.

Di satu sisi, gol Iniesta merupakan tangis kebahagiaan untuk warga Katalunya. Tapi di sisi berbeda, fans Chelsea sangat frustrasi, kesal, dan dongkol karena gagal lolos ke final. Persis dengan apa yang dirasakan pemain Chelsea. Mereka seperti itu bukan karena kecewa bermain buruk, melainkan cara mereka tersingkir karena buruknya penampilan Tom Henning Ovrebo.

Ovrebo bukan pemain atau pelatih, dia adalah wasit asal Norwegia yang memimpin pertandingan di malam itu. Ovrebo melakukan setidaknya enam kesalahan besar yang menentukan hasil akhir pertandingan – bayangkan, seorang wasit menentukan hasil akhir laga. Terlepas dari kelayakan Barcelona ke final, atau permainan gemilang Chelsea, Ovrebo memang sangat kontroversial dengan kesalahan-kesalahan mencolok yang dilakukannya.

"Tidak, saya tidak bangga dengan performa saya (ketika memimpin laga Chelsea kontra Barcelona). Sungguh, hari itu bukan hari terbaik saya. Kesalahan seperti itu bisa dilakukan oleh wasit, dan terkadang pemain atau pelatih. Terkadang, Anda tidak berada di level yang semestinya," tutur Ovrebo kepada Marca baru-baru ini, mengakui kesalahannya.

Ovrebo sudah mengakui kesalahannya setelah sembilan tahun lamanya. Sekarang, semua bergantung kepada fans Chelsea – khususnya yang saat itu menyaksikan langsung kesalahannya – untuk memaafkannya atau tidak. Selama sembilan tahun, sepak bola sudah cukup berkembang pesat, begitu juga "wajah" kedua tim.

Akan tetapi, penilaian Ovrebo dalam memberi keputusan di laga tersebut akan selamanya diingat baik oleh pecinta sepak bola Eropa. Dan berikut enam kesalahan yang dilakukannya di Stamford Bridge pada tahun 2009.

1. Tekel Dani Alves kepada Florent Malouda

Pada menit 23 menjelang menit 24, Florent Malouda melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan Barcelona, dan memasuki area 16 meter lawan. Ketika ia mencoba melakukannya, Malouda diadang oleh bek kanan Barcelona, Dani Alves.

Bek asal Brasil itu tidak ingin membiarkan Malouda lewat, sehingga memutuskan untuk menjatuhkannya. Pelanggaran. Ovrebo memang memberikan pelanggaran, tapi, uniknya ia memberikannya di luar kotak penalti. Padahal, dalam tayangan ulang terlihat jelas Alves menjatuhkan pemain asal Prancis itu di dalam kotak penalti. Satu kesalahan, oke, dapat dimaklumi.

2. Baju Didier Drogba Ditarik Eric Abidal

Dua menit berselang setelah momen pelanggaran Alves kepada Malouda, ada lagi momen ketika baju Didier Drogba ditarik Eric Abidal hingga ia terjauh di dalam kotak penalti. Abidal sama sekali tidak menyentuh bola. Lalu, apa keputusan Ovrebo? Mendiamkannya seakan tidak terjadi pelanggaran.

Drogba pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan keputusan tersebut. Dalam tayangan ulang, Abidal memang menarik baju Drogba. Namun, terlepas dari pelanggaran yang diabaikan Ovrebo, momen itu mungkin bisa juga dianggap sebagai 'pelajaran' bagi Drogba. Pasalnya, sepanjang kariernya, Drogba memang sering melebih-lebihkan alias lebay ketika mencoba menjatuhkan dirinya ketika dihadang lawan.