6 Gambar yang Menunjukkan Mengapa Inggris Membutuhkan Sturridge

Striker Liverpool ini berkontribusi pada terjadinya kedua gol di babak kedua, ketika permainan Inggris jauh lebih baik sementara perlawanan Wales akhirnya terpatahkan, tulis Greg Lea...

Inggris baru memastikan tiga angka di akhir pertandingan, setelah gol kemenangan yang dramatis dari Daniel Sturridge di masa tambahan waktu membuat tim asuhan Roy Hodgson ini memuncaki klasemen sementara Grup B.

Gareth Bale sempat membawa Wales unggul lebih dahulu di babak pertama lewat tendangan bebasnya yang bagus ditepis masuk ke dalam gawang sendiri oleh Joe Hart. Wales bertahan lebih dalam untuk mempertahankan skor, dan membuat Inggris frustasi ketika mereka berusaha mencari gol kedua menyusul gol penyeimbang dari Jamie Vardy di menit ke-56.

Inggris mendominasi penguasaan bola di sepanjang pertandingan dan akhirnya mendapatkan ganjarannya di akhir laga ketika Sturridge menceploskan bola ke dalam gawang. Wales, yang kesulitan untuk menyerang di babak kedua, tidak bisa mempertahankan keunggulan mereka, tetapi mereka tetap berada dalam posisi yang bagus untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

1) Penguasaan bola tanpa penetrasi

Inggris banyak menguasai bola di babak pertama tetapi gagal menghasilkan sesuatu. Tidak banyak penetrasi dalam penguasaan bola mereka, dan Wales pun terlihat cukup nyaman membiarkan lawan mereka memainkan umpan-umpan di sekitar tengah lapangan.

Juga, tidak cukup banyak pergerakan dengan bola, dan Harry Kane kesulitan untuk bisa menciptakan sesuatu di laga ini. Selain peluang Raheem Sterling yang terbuang di awal pertandingan, Inggris tidak banyak mempunyai peluang dari permainan terbuka.

2) Wales manfaatkan umpan jauh

Sementara itu Wales memilih untuk mengirimkan bola ke lini depan dengan cepat, dengan kecepatan Gareth Bale membuat mereka bisa berbahaya dalam serangan balik.

Hal Robson-Kanu, yang rajin berlari di depan pemain Real Madrid tersebut, sukses membuat Chris Smalling dan Gary Cahill dalam tekanan, dan tim asuhan Chris Coleman ini menyadari bahwa rute terbaik mereka untuk mendekati gawang adalah dengan melewati lini tengah Inggris dengan mengirimkan umpan jauh ke Bale.

3) Sterling tidak efektif lagi

Raheem Sterling akan sangat ingin untuk memberikan kesan positif setelah penampilan yang mengecewakan melawan Rusia di laga sebelumnya, tetapi pemain sayap Manchester City ini lagi-lagi gagal berkontribusi positif.

Sistem 3-5-2 yang digunakan Wales membuat Inggris, secara teori, akan memiliki ruang untuk menyerang dari sayap, dan kecepatan serta permainan melebar Sterling disebut-sebut akan berperan penting sebelum pertandingan.

Namun pemain berusia 21 tahun ini bermain agak kaku dan gagal melakukan dua percobaan take-on (usaha melewati lawan) dan terlalu bermain aman dengan umpan-umpannya. Bukan kejutan jika ia ditarik di saat jeda, apalagi setelah ia membuang-buang peluang emas di awal laga.