Top 10/50/100

6 Pertandingan Persahabatan yang Sangat Tidak Bersahabat

Tak selamanya pertandingan persahabatan berlangsung bersahabat. Bergas Agung memilih enam momen ketika pertandingan persahabatan malah tidak bersahabat...

We are part of The Trust Project What is it?

Pertandingan persahabatan internasional biasanya kerap dilewatkan oleh para pecinta sepak bola. Alasannya tentu label 'persahabatan' dalam laga tersebut kerap membuat pertandingan membosankan karena kedua negara yang berlaga kerap bermain ogah-ogahan. Namun ternyata ada pula laga-laga persahabatan yang berlangsung penuh prestis, panas, dan seru, dan seperti tak pantas mendapatkan status ‘pertandingan persahabatan’.

Inilah enam di antaranya. Bersiap-siaplah…

Irlandia vs Inggris (15 Februari 1995)

Pertandingan antara dua negara tetangga ini memang kerap menghasilkan laga yang panas. Salah satunya seperti yang terjadi di Stadion Lansdowne Road, Dublin, pada 15 Februari 1995. Aksi panas yang berakhir kericuhan justru bukan terjadi dari dalam lapangan, melainkan dari tribun stadion.

Bahkan kericuhan tersebut sudah terjadi sejak sebelum laga dimulai. Hal itu dimulai ketika salah satu negara menyanyikan lagu kebangsaan yang disusul ejekan dan makian dari para pendukung lawan. Pertandingan dimulai, ketegangan sedikit mereda. Namun pada menit ke-21 ketika David Kelly mencetak gol untuk Irlandia, ketegangan kembali memuncak. Apalagi kemudian gol Inggris dianulir wasit. Kericuhan pun pecah.

Para fans Inggris mengamuk. Mereka merusak stadion, melemparkan puing-puing ke tribun bawah, dan memukuli para suporter Irlandia yang terjebak dalam kerumunan para suporter The Three Lions yang sebagian adalah hooligan. Akibat kejadian itu, laga akhirnya dibatalkan dan berakhir begitu saja. Selain itu, kericuhan itu pun menyebabkan 20 orang membutuhkan perawatan dan di bawa ke rumah sakit. Polisi juga berhasil menangkap lebih dari 40 fans Inggris.

Prancis vs Aljazair (7 Oktober 2001)

Laga ini memang bukan hanya sekedar laga persahabatan. Laga ini, pada awalnya dimaksudkan sebagai simbol perdamaian antara kedua negara. Seperti diketahui, ini adalah pertandingan sepak bola pertama kedua negara setelah Aljazair mendapat kemerdekaan dari sang penjajah sekaligus tuan rumah pada laga itu, Prancis. Namun siapa sangka, laga yang berlangsung di Stade de France, Paris, itu justru tak berlangsung damai.

Sejak pertandingan belum berjalan, tensi sudah terlihat memanas kala suporter Aljazair mencemooh para pemain Prancis yang sedang menyanyikan lagu kebangsaannya. Namun setelah itu situasi mereda dan pertandingan berlangsung dengan menarik, sebelum petaka datang di menit ke-77. Menyadari timnya tertinggal 4-1, seorang pendukung Aljazair turun ke lapangan sambil membawa bendera. Tak rama berselang, puluhan suporter negeri di utara Afrika itu ikut beraksi dan berhamburan di lapangan.

Akibatnya, pertandingan pun langsung dihentikan dan para pemain kedua tim diamankan keluar lapangan. Sementara kericuhan puluhan suporter yang sudah tak terkendali itu akhirnya mampu ditangani oleh pihak kepolisian. Laga ini pun tak berhasil menjadi sebuah laga perdamaian.

Langsung ke menit 1:14