7 Klub yang Bisa Diperkuat Diego Costa Musim Depan

Musim panas baru datang, dan Diego Costa langsung menunjukkan tanda-tanda akan hengkang. Tapi ke mana kira-kira ia akan berlabuh?

JANGAN LEWATKAN

Satu pekan terakhir bukan periode yang cukup menyenangkan bagi saya. Persis sepekan sebelum tulisan ini dibuat 14 Juni, saya melihat sebuah video beredar di linimasa akun Twitter saya. Video itu menunjukkan sebuah wawancara antara striker Chelsea, Diego Costa, dengan seorang wartawan ketika timnas Spanyol selesai menjalani sebuah laga persahabatan melawan Kolombia. Pria kelahiran Brasil itu bercerita mengenai pesan singkat yang diterimanya dari pelatih Chelsea, Antonio Conte, sebuah pesan yang, menurut penuturan Diego Costa sendiri, begitu tegas menyebutkan bahwa dirinya tak lagi dibutuhkan klub.

Sang striker dengan sang wartawan berbicara dalam bahasa Spanyol, saya hanya tahu dua kata dalam bahasa Spanyol. Tapi, video itu menyediakan terjemahan bahasa Inggris yang bisa saya pahami maksudnya. Apa yang tertulis dalam terjemahan video tersebut awalnya membuat saya bertanya-tanya, apakah memang benar ini yang dikatakan pria kelahiran 7 Oktober 1988 itu? Ini bukan kebohongan yang dibuat-buat untuk sekadar meramaikan halaman berita?

Jika ditanya, apakah saya percaya Costa akan pergi meninggalkan Stamford Bridge musim panas ini, saya selalu meyakini hal itu akan terjadi cepat atau lambat. Semuanya terasa sangat jelas saat dia bertemu dengan Diego Simeone, pelatihnya di Atletico Madrid, untuk makan malam setahun yang lalu. Diego Costa sama sekali tak risih ketika foto kebersamaannya dengan Simeone tersebar luas, tak lama setelah ia menjadi bulan-bulanan hujatan suporter Chelsea saat mereka menuduhnya tikus pengkhianat yang menyebabkan Jose Mourinho dipecat.

Diego Costa memilih diam seribu bahasa sejak insiden memalukan di Stamford Bridge menjelang Natal tersebut. Ia menolak melakukan wawancara dengan semua media, bahkan tak ada satu pun wawancara yang dilakukannya dengan pihak klub sampai akhir musim itu. Pada akhirnya, dia pun sangat berani untuk tidak membantah bahwa memang ada niatan untuk kembali ke Atletico Madrid pada musim panas lalu, yang gagal terwujud karena 'Atletico tidak benar-benar menujukkan keinginan untuk memulangkannya'.

Diego tak malu mengumbar keinginannya kembali ke Atletico

Sementara pesan singkat itu masih saya anggap sebuah kisah rekaan yang dibuat, bisa saja oleh Diego Costa sendiri atau hasil kesepakatan dengan semua pihak terkait dalam kepindahannya – untuk memuluskan keinginannya meninggalkan London secepat mungkin – dan hal-hal seperti ini sudah biasa terjadi, sebuah surat elektronik datang pada Jumat 9 Juni ke alamat saya, surat dari seorang rekan kerja, yang menyiratkan (ya, 'hanya menyiratkan') bahwa Diego Costa tidak akan mengenakan seragam The Blues lagi musim depan. 

Ini agak membingungkan. Membingungkan karena nyaris tak ada alasan teknis bagi klub untuk begitu saja mendepak sang striker. Dia adalah striker terbaik tim setelah era Didier Drogba berakhir. Ya, performanya merosot setelah pergantian tahun, setelah kabar tawaran dari Tiongkok datang, tapi dia tetap mampu mencetak 20 gol yang membantu The Blues kembali mengangkat trofi musim ini, dia tampak bahagia di bawah kepelatihan Conte, dan suporter sudah bisa melupakan periode suram musim 2015/16. Semuanya terasa seperti bahwa kepergian Diego Costa bukan karena motif sepakbola semata. 

Mungkin memang bukan hanya alasan sepakbola, tapi kualitasnya yang sudah teruji bersama Atletico Madrid dan Chelsea akan membuat Diego Costa tidak sepi peminat di musim panas ini. Dan daftar klub di bawah ini bisa menjadi rumah baru bagi striker dengan tinggi badan 1,8 meter tersebut.

Klub pertama: Klub legendaris yang Italia siap menampung Diego Costa

Pages