7 Mantan Pemain Top Dunia yang Pernah dan Sedang Bermain di Asia Tenggara

Meski tak semasif Tiongkok, Asia Tenggara juga pernah dan bahkan sedang mampu merekrut pemain-pemain top untuk bermain di kawasan ini. Selain Indonesia, beberapa negara tetangga juga pernah melakukannya.

Tiongkok saat ini menjadi destinasi karier populer bagi beberapa pesepakbola ternama karena menawarkan gaji yang begitu tinggi bagi yang bersedia merumput ke sana. Negeri Tirai Bambu itu menggeser popularitas Jepang, Qatar atau negara-negara Timur Tengah lainnya, dan Australia sebagai negara tujuan karier pesepakbola top di Asia. 

Kekuatan finansial Liga Super Tiongkok sepertinya belum akan tertandingi dalam waktu dekat oleh negara-negara lainnya, namun ada juga beberapa pesepakbola yang sudah memasuki akhir kariernya yang tak segan memilih wilayah yang kurang populer seperti Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia, sebagai tujuan berkarier. Meski kekuatan klub-klub Asia Tenggara masih tertinggal cukup jauh dari negara-negara di atas, fanatisme atau kecintaan masyarakat di kawasan ini terhadap sepakbola sungguh luar biasa.

Fanatisme itulah yang bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi para pesepakbola yang kualitasnya sudah jauh menurun dari era kejayaannya namun masih ingin mencicipi atmosfer yang penuh gairah saat bertanding, tentunya juga dengan tawaran gaji yang sesuai. 

Lalu, siapa saja pemain-pemain top dunia  yang pernah dan sedang menjalani akhir karier mereka di wilayah yang diapit Samudera Hindia dan Samudera Pasifik ini? 

1. Robbie Fowler (Muangthong United/ Thailand)

Pria berkebangsaan Inggris ini adalah salah satu sosok yang amat dipuja di Anfield saat masih aktif bermain di lapangan hijau. Robbie Fowler menandatangani kontrak profesionalnya bersama Liverpool pada 1992 di usia 17 tahun dan dengan cepat merebut hati penggemar The Reds berkat kepiawaiannya merobek jala lawan. Pada 22 September 1993, ia mencetak lima gol ke gawang Fulham dalam partai leg kedua babak pertama Piala Liga serta mencetak hat-trick pertamanya bersama di pertandingan liga kelimanya melawan Southampton di musim 1993/94.

Fowler kemudian menjadi kian populer setelah menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik Premier League dua edisi beruntun pada musim 1994/95 dan 1996/97. Namun, puncak kejayaan Fowler tentu saja saat ia turut berperan mengantar klub tercintanya itu meraih tiga gelar juara, Piala Liga, Piala FA, dan Piala UEFA (sekarang Europa League) di musim 2000/01. Setelah sempat hengkang ke Leeds United dan Manchester City dan kemudian kembali Liverpool dan memperkuat beberapa klub lainnya, Fowler melanjutkan karier sepakbolanya bersama klub Thailand, Muangthong United, pada 7 Juli 2011. Ia mencetak gol pertamanya dalam laga kontra Chiangrai pada bulan Oktober 2011.

Fowler tak genap satu musim membela Muangthong United. Ia memutuskan pergi setelah Slavisa Jokanovic ditunjuk sebagai pelatih baru menggantikan posisinya yang saat itu berstatus sebagai pemain-pelatih. Kembali ke Inggris, Fowler tak mendapatkan kepastian soal masa depannya sebagai pemain profesional dan hanya bermain di laga-laga tak resmi. Pada Januari 2015 ia secara resmi mengumumkan diri gantung sepatu dari dunia lapangan hijau.

Pages