7 Pemain Top yang Hobi Mencetak Gol ke Gawang Mantan

Mencetak gol ke gawang mantan? Pemain-pemain ini adalah ahlinya...

Mantan itu memang menyakitkan. Kata-kata tersebut mungkin sering Anda dengar ketika sedang bercerita dengan sahabat atau Anda lihat langsung di media sosial dengan ratusan meme yang dikaitkan dengan segala hal, tapi, jangan salah Anda tafsirkan kata ‘mantan’ yang hanya punya satu makna dan korelasinya identik dengan kisah percintaan.

Sebab, mantan itu juga bisa diartikan ke banyak hal seperti eks pekerja kantoran yang sudah pensiun, eks bos sebuah kantor, dan dalam keterkaitannya dengan artikel ini, mantan pemain atau pelatih klub. Jadi, mantan tidak selalu identik dengan romantisme yang digambarkan Kahlil Gibran.

Di dalam dunia sepakbola pun demikian. Ada (bahkan banyak) mantan pemain klub yang kerap ‘menyakitkan’ klub lamanya ketika mereka menjadi pemain terbaik laga, memberi assist, apalagi memberi gol untuk klub barunya. Kami pun merangkum tujuh pemain yang sering melakukannya, pemain yang ‘dingin’ ketika menjebol gawang mantan klub karena mereka pemain profesional...

1. David Villa

Soal urusan menjebol gawang mantan, Villa jagonya. El Guaje masih aktif bermain hingga saat ini untuk Melbourne City sebagai pemain pinjaman New York City FC di usia 35 tahun dan tidak ada masalah berarti menghadapi mantan klubnya saat ini.

Tapi, ketika masih di masa jaya dan bermain untuk Valencia, Barcelona, dan Atletico Madrid, Villa tanpa ampun kerap menjebol gawang mantan klubnya. Total, dari akumulasi ia bermain untuk Valencia hingga Atletico pada kurun waktu 2005-2014, Villa sudah 10 kali mencetak gol ke gawang mantan klubnya.

Bermain untuk Valencia, ia sering menjebol gawang Sporting Gijon dan Zaragoza dari periode 2006 hingga 2010. Sementara ketika membela Blaugrana, ia mencetak gol ke gawang Gijon dan Zaragoza. Lalu bersama Atletico, ia hanya sekali pernah mengoyak gawang Barcelona pada 2013/14.

Striker asal Spanyolini  sudah biasa mencetak gol ke gawang mantan klub dan mungkin itu resiko yang harus ditanggungnya, karena sepanjang karirnya ia banyak menghabiskan waktu bermain di Spanyol bersama Gijon, Zaragoza, Valencia, Barcelona, dan Atletico sebelum pindah ke New York pada 2014. Jadi, membobol gawang mantan klub takkan bisa dihindarinya.

Pages