7 Pemain Top yang Mengakhiri Kariernya dengan Buruk

Tak semua pemain top bisa mengakhiri kariernya dengan indah. Pemain-pemain ini harus mengakhiri karier mereka dengan kekecewaan, dan bahkan dalam kondisi yang menodai karier hebat mereka. Siapa saja?

Pemain top merupakan pesepakbola atau mantan pesepakbola yang mampu memaksimalkan potensi mereka kala bertanding. Konsistensi yang dikombinasikan dengan kualitas bermain mereka mampu mengangkat permainan tim, hingga berujung kesuksesan di level personal hingga kolektif bagi tim.

Itulah mengapa mereka disebut pemain-pemain top yang pernah ada dalam sejarah sepakbola dan mungkin masih diingat baik pecinta sepakbola lawas. Namun di antara seluruh barisan pesepakbola top dunia tersebut, tak semuanya mengakhiri karier alias pensiun dengan baik laiknya karier gemilangnya saat masih aktif bermain.

Tujuh pemain di antaranya bahkan pensiun dengan buruk, di mana kategori buruk itu bisa dibagi dengan cedera yang tak kunjung sembuh, tersandung masalah, atau pensiun dengan cara yang tidak berkesan. Siapa saja mereka?

1. Zinedine Zidane

Dikenang sebagai maestro sepakbola terbaik dunia. Zidane (44 tahun) menjalani kariernya saat ini sebagai pelatih Real Madrid dan dikenal sebagai legenda Juventus, Madrid, dan tentunya timnas Prancis.

Di level internasional, Zidane yang dahulunya berposisi sebagai gelandang serang telah memberikan satu titel Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Sementara di level klub, Zidane sudah meraih segalanya bersama Juventus pada kurun waktu 1996-2001 dan Madrid pada periode 2001-2006.

Zidane aktif bermain di level klub hingga 2006 sebelum akhirnya pensiun dengan cara yang mewah di Santiago Bernabeu. Di level klub Zidane pensiun baik-baik, namun tidak di level internasional. Ia sedianya sudah gantung sepatu pasca Euro 2004, tapi akibat campur tangan Raymond Domenech yang meyakinkannya untuk kembali ke skuat Les Bleus, Zidane pun kembali untuk Piala Dunia 2006.

Keputusan itu pada awalnya terlihat jitu karena Zidane mampu mengantar Prancis ke final, bahkan menyingkirkan Brasil. Tapi klimaks karier Zidane terjadi di laga pamungkas kala Prancis melawan Italia. Terprovokasi dengan intimidasi bek Italia, Marco Materazzi, Zidane menanduk dada Materazzi dengan kencang hingga diberi kartu merah.

Zidane tidak mengikuti drama adu penalti dan Italia keluar sebagai juara Piala Dunia 2006. Bagaimana nasib Zidane setelahnya? Keputusannya tidak bergeming, ia tetap pensiun dan momen itu mencoreng nama besarnya sebagai salah satu pemain top dunia.

2. Sebastian Deisler

Memiliki kemampuan olah bola yang mumpuni dan akselerasi cepat di sisi sayap menjadikannya salah satu pemain top Jerman. Deisler punya segala potensi yang dibutuhkan untuk menjadi pemain masa depan timnas Jerman dan Bayern Muenchen, namun cedera membuyarkan mimpi pemain kelahiran 5 Januari 1980 itu.

Deisler sudah punya masalah cedera ligamen sejak 1999 kala ia masih bermain untuk Hertha Berlin dan Bayern masih mempercayainya, memboyongnya pada 2002. Tapi cedera kambuhan hingga cedera robek cairan sendi lutut kanannya membuat Deisler lebih banyak menepi dan urung bermain.

Harapannya untuk memaku tempat di skuat utama Bayern seakan terwujud ketika Michael Ballack hengkang pada 2006 ke Chelsea. Namun cedera Deisler terlalu parah, hingga ia kesulitan bermain konsisten di level klub juga timnas Jerman. Ia memutuskan pensiun pada 16 Januari 2017 di usia emas pesepakbola, yakni 27 tahun dan hanya 36 kali bermain untuk Der Panzer Jerman.