7 Pemain yang Sukses Mencuri Perhatian di Liga 2 Indonesia 2017

Meski tak banyak dilirik pecinta sepakbola, Liga 2 terus menggeliat dan menghasilkan pemain-pemain yang tampil sangat menonjol sejauh ini. Siapa saja?

Hingga akhir Mei 2017 lalu, kecuali di Grup 8, kontestan Liga 2 sudah menjalani empat hingga lima pertandingan. Sejauh ini tidak banyak kejutan terjadi. Sementara PS Mojokerto Putra dan Persatu Tuban mampu menguasai Grup 6 dan 5 di mana mereka mampu membuat Persik Kediri dan Persebaya Surabaya repot, tim-tim tradisional seperti PSMS Medan, Persis Solo, Persita Tangerang, hingga peraih gelar Indonesia Soccer Championship (ISC) B, PSCS Cilacap, masih berkuasa di grup masing-masing.

Lalu, dari tim-tim yang berlaga di Liga 2 tersebut, siapa saja pemain yang mampu tampil menonjol sejauh ini?

Suhandi (PSMS Medan)

Di ISC A tahun 2016 lalu Suhandi adalah salah seorang pemain PS TNI. Namun karena dia hanya tampil biasa saja, PS TNI kemudian memilih mengopernya ke PSMS Medan yang akan berlaga di Liga 2. PSMS Medan kemudian dengan senang hati menerima Suhandi. Menariknya, Suhandi ternyata tak membutuhkan waktu lama untuk menjadi idola baru PSMS Medan. Di Liga 2, Suhandi langsung tampil menggila.

Dalam lima pertandingan awal PSMS Medan, Suhandi berhasil mencetak lima gol untuk timnya. Menariknya, lima gol Suhandi tersebut semuanya terjadi di pertandingan berbeda. Singkat kata, Suhandi selalu mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dilakoni oleh PSMS Medan. Ia mencetak gol kedua PSMS ketika mereka menang atas Kepri Jaya, mencetak gol terakhir PSMS ketika mereka membantai Pro Duta 4-0, mencetak gol pembuka nan indah ke gawang Persiraja, mencetak gol pembuka lagi saat melawan PSBL, dan mencetak gol penutup ketika PSMS mengalah PS Bangka 2-0.

Berkat performa ciamik Suhandi tersebut, PSMS Medan sejauh ini tak tersentuh di Grup 1. Perjudian yang dilakukan Mahruzar Nasution, pelatih PSMS Medan, di mana dia sering kali memilih Suhandi sebagai pendamping Dimas Drajat di lini depan, ternyata berbuah manis. Berposisi asli sebagai seorang gelandang serang, Suhandi ternyata luar biasa tajam saat dimainkan sebagai seorang penyerang.

Dimas Sumantri (PSMS Medan)   

Jika Suhandi layak mendapatkan pujian tinggi, Dimas Sumantri seharusnya juga layak untuk mendapatkan apresiasi serupa. Pasalnya, tanpa penampilan hebat Dimas di lini belakang PSMS Medan, bukan tidak mungkin gol-gol yang dicetak oleh Suhandi menjadi sia-sia belaka.

Sejauh ini, tidak hanya rekor gol PSMS yang cukup mengagumkan di mana tim asal Sumatera Utara tersebut sudah mencetak 13 gol dalam lima pertandingan, terbaik di Liga 2. Kinerja PSMS dalam bertahan pun juga bisa membuat banyak orang geleng-geleng kepala. PSMS adalah satu-satunya tim yang belum kebobolan di Liga 2. Dalam lima pertandingan PSMS berhasil mencatatkan clean sheet. Dan tanpa peran Dimas Sumantri hal ini sepertinya tak akan bisa terjadi.

Selain tenang, Dimas mampu mengatur organisasi pertahanan timnya. Itu adalah salah satu kelebihan utamanya sebagai pemain bertahan. Selain itu, pada saat-saat yang diperlukan, Dimas juga bisa ikut maju ke depan – biasanya dalam situasi bola mati. Dalam pertandingan melawan Pro Duta, Dimas berhasil mencetak satu dari empat gol kemenangan timnya.