7 Pesepakbola Top Eropa yang Memiliki Gelar Sarjana

Pekan lalu, Giorgio Chiellini berhasil menyelesaikan studinya dan meraih gelar master dari Universitas Torino. Arief Hadi Purwono melihat pemain-pemain sepakbola top Eropa lainnya yang berhasil menyelesaikan studi di level sarjana atau lebih tinggi...

Bermain sepakbola dapat dilakukan semua orang hanya untuk mengeluarkan keringat, namun, menjalani profesi sebagai pesepakbola profesional yang sesungguhnya tidak mudah. Dibutuhkan fokus dan kerja keras di tiap sesi latihan untuk memenuhi tuntutan pelatih, sehari-harinya mereka berlatih demi dapat tampil memukau dalam sebuah pertandingan. Hampir tak ada waktu bagi pesepakbola profesional meluangkan waktu untuk hal lainnya, apalagi untuk mengeyang pendidikan di level universitas.

Waktu luang memang ada bagi pesepakbola ketika mereka telah selesai berlatih, tapi, kebanyakan di antara mereka memilih menghabiskan waktu luang itu untuk bersantai dan bersenang-senang, menghindar sesaat dari kepenatan sepakbola. Jarang di antara pesepakbola profesional yang menggunakan waktu luangnya untuk belajar, menghabiskan waktu untuk menggunakan kemampuan otak di saat tubuh letih pasca latihan.

Sulit, tapi bukan tak mungkin dilakukan. Ada beberapa pemain top yang terbukti mampu mengimbangi aktivitasnya sebagai pesepakbola profesional dengan statusnya sebagai mahasiswa suatu universitas, dan sukses menjadi sarjana di tengah kesibukannya itu. Siapa saja mereka?

1. Glen Johnson

Mantan bek kanan timnas Inggris ini tidak hanya jago dalam mengirim umpan silang atau tahu momen tepat untuk menyerang pertahanan lawan, tapi ia juga jago matematika – bidang studi yang kerap jadi momok pelajar. Johnson menjalani aktivitas di luar sepakbola sebagai mahasiswa kampus terbuka, kampus yang melayani pembelajaran jarak jauh – bisa online atau privat.

Ia sudah lama belajar matematika di sela-sela kesibukannya bersama Liverpool di masa lalu dan juga kini bersama Stoke City. Johnson telah mendapatkan gelar matematika melalui kerja kerasnya membagi waktu. Menariknya, jika ditanya apa alasannya memilih bidang studi itu, alasannya cukup unik.

“Matematika saya bagus saat sekolah dulu dan saat itu saya tak memikirkan apapun selain sepakbola. Guru saya pernah berkata, ‘Anda tidak akan meraih apapun’. Jadi, saya berpikir, ‘saya akan tunjukkan kepada Anda’,” kenang Johnson.

Alasan yang unik, tapi tidak masalah, Anda pantas mendapatkan gelar matematika, Johnson.

2. Juan Mata

Pemain yang rendah hati dan disukai kawan atau lawan. Kualitas bermain Mata dalam membuka celah di pertahanan lawan sudah tak diragukan lagi, ia juga bagian skuat timnas Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Pemain kelahiran Burgos 28 April 1988 ini juga tidak takut untuk merantau jauh dari negaranya dan berkarir di Inggris bersama Chelsea (2011-2014) dan Manchester United.

Dalam permainannya di atas lapangan pertandingan, Mata dikenal sebagai pemain yang cerdas dan memiliki visi yang baik dalam melihat pergerakan rekan setimnya. Gaya bermainnya itu tampak mencerminkan kepribadian alumni Real Madrid Castilla ini ketika tidak bermain sepakbola.

Kesuksesannya sebagai pesepakbola profesional tak membuat Mata lupa akan pentingnya pendidikan. Ia meraih dua gelar sarjana di bidang jurnalisme di Universitas Madrid, dan Marketing and Sports Science di Universitas Manchester.

Meraih gelar S2 dan sukses sebagai pemain, Mata membuktikan selama ada kemauan, pasti ada jalan. Ia meraih dua gelar itu di tengah kesibukannya sebagai pesepakbola profesional. Tak hanya itu, pemain berusia 28 tahun ini juga memiliki passion sebagai penulis dan sering mencurahkan segalanya di dalam blog pribadinya.