Analisa

7 Rivalitas Terpanas yang Tercipta di Ajang Liga Champions Eropa

We are part of The Trust Project What is it?

5. Bayern Munich vs Real Madrid

Klub tersukses di Jerman dan Spanyol ini memiliki mentalitas serupa, dan keduanya pun memiliki sejarah yang kaya di kompetisi Liga Champions. Semenjak awal zaman milenium, Real dan Bayern telah bertemu di babak gugur sebanyak 16 kali, dan lima pertandingan dimenangi oleh Madrid sedangkan Bayern menang tiga kali sampai sejauh ini. Pertandingan keduanya selalu berjalan panas, selain dari pertandingan terkenal saat Real menang 4-0 di Allianz Arena pada fase semifinal tahun 2014. Real Madrid berhasil mempermalukan manajer Bayern kala itu, Guardiola.

Pertandingan perempat final mereka musim lalu bisa dibilang menjadi laga paling kontroversial dari laga-laga sebelumnya. Bayern tak akan dengan mudah melupakan kartu merah penuh skandal untuk Arturo Vidal saat berlaga di Bernabeu ataupun handball yang tak dihiraukan wasit, yang akhirnya membuat Christiano Ronaldo berhasil membawa kemenangan untuk timnya. Bayern sepertinya gatal untuk kembali berhadapan dengan raksasa Spanyol itu.

6. Barcelona vs PSG

Mimpi The Parisians untuk memenangkan trofi Liga Champions dikubur oleh Barcelona sebanyak tiga kali dalam lima musim terakhir, dan sepertinya mereka tak bisa melupakan kejadian menakjubkan di bulan Maret tahun lalu.

PSG mengalami kekalahan menurut aturan gol tandang di tahun 2013 saat Pedro membuat gol penyeimbang saat bermain di Camp Nou. Setelah itu, mereka mengalami kekalahan agregat 5-1 di tahun 2015. Tetapi, mereka berhasil mengubah keadaan setelah menang 4-1 melawan Barca saat bermain di Parc de Princes.

Setidaknya itulah yang mereka pikirkan…

Barca berhasil membalikkan kekalahannya, yang dimulai dengan gol dari Neymar dan diakhiri oleh gol Sergi Roberto. Mereka menang 6-1 di leg lanjutan. Saat ini, Neymar telah berpindah klub ke Paris, jadi, pertandingan antara kedua tim dipastikan akan panas. Neymar dan PSG perlu melewati pertandingan dengan Lionel Messi dkk dulu sebelum memastikan meraih trofi Liga Champions.