Top 10/50/100

7 Rumor Transfer Terheboh yang Akhirnya Tak Menjadi Kenyataan

Rumor kepindahan mereka ke klub lain sempat benar-benar membuat semua orang percaya mereka akan pindah ke klub baru, tapi pada akhirnya, niat itu terkubur dan kepindahan itu tidak terjadi.

We are part of The Trust Project What is it?

Saat bursa transfer sepakbola Eropa dibuka pada 1 Juni, kita selalu hampir bisa memastikan drama akan hadir menghiasi media-media sepakbola. Penikmat sepakbola tidak bosan dengan suguhan drama kepindahan seorang pemain setiap tahunnya, ini seperti pengganti dahaga minimnya tontonan pertandingan sepakbola Eropa yang memasuki libur kompetisi. Bahkan ketika seorang pemain menjadi rebutan dua klub dengan basis suporter yang besar, siapapun yang mendapatkannya, akan merayakannya bak memenangi sebuah gelar. 

Tapi, drama sepakbola pun bisa berlangsung anti-klimaks. Kepindahan yang sudah ramai dibicarakan gagal begitu saja untuk banyak alasan. Tujuh pemain di bawah ini jelas memiliki alasan yang berbeda.

1) Steven Gerrard (2005, Liverpool ke Chelsea) 

Aksi heroik Steven Gerrard bersama Liverpool di final Liga Champions 2005 mengundang minat Chelsea yang kala itu dibesut Jose Mourinho. Bak gayung bersambut, sang kapten saat itu juga mengeluarkan permintaan untuk dijual ke petinggi The Reds, enam pekan setelah timnya mengangkat trofi Kuping Besar di Istanbul. 

Tekanan besar datang dari pihak suporter yang begitu marah dengan aksi Stevie G; aksi membakar seragam Gerrard ada di mana-mana. Dalam sebuah periode kehidupan yang disebut dalam otobiografinya sebagai momen di mana ia meminum paracetamol seperti mengunyah permen, pemuda lokal Merseyside itu akhirnya membatalkan niatnya. 

Ia memilih untuk setia bersama The Reds, meski tidak sampai akhir kariernya karena ia meninggalkan Anfield pada 2015 untuk memperkuat LA Galaxy. Ia kini bergabung dengan staf kepelatihan akademi Liverpool. 

Jika ada satu penyesalan yang bisa dirasakan semua pecinta sepakbola Inggris atas kegagalan Steven Gerrard berseragam Chelsea pada 2005 itu adalah pupusnya kemungkinan menyaksikan racikan strategi Mourinho memadukan dua gelandang top The Three Lions, Frank Lampard dan Gerarrd, di Stamford Bridge, yang mungkin bisa memberikan solusi di tim nasional Inggris

Pages