7 Tahun Tanpa Bintang Akademi: Kapan Bayern Munich Bisa Menemukan Penerus Thomas Muller?

Ternyata sudah tujuh tahun berlalu sejak terakhir kali muncul pemain muda dari akademi Bayern Muenchen yang tak hanya numpang lewat, tapi mampu menjadi andalan tim utama. Bagaimana nasib para pemain muda Bayern di musim 2017/18 nanti?

Para pemain Bayern Munchen tampak nyaman memainkan bola dari kaki ke kaki. Gianluca Gaudino, anak dari Maurizio Gaudino, bermain begitu lepas bersama Pierre Emile Hojbjerg di lini tengah. Umpan-umpan pendek maupun umpan panjang yang kerap mereka peragakan begitu sulit untuk direbut para pemain Barcelona. Saat itu waktu pertandingan menunjukkan menit ke-83 dan skor pertandingan leg kedua Liga Champions 2014/15 yang mempertemukan dua tim itu adalah sama kuat 1-1. Artinya, agregat pertandingan itu adalah 2-2 sebab leg pertama berakhir imbang 1-1.

Pertandingan di waktu normal tampaknya benar-benar akan usai dengan skor tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Tapi, tiba-tiba saja Julian Green yang masuk menggantikan Robert Lewandowski berhasil melewati penjagaan dua pemain Barcelona. Ia kemudian mencungkil bola melewati kepala Ter Stegen, penjaga gawang Barcelona, yang sedikit maju untuk menutup ruang gerak Green.

Bola hasil cungkilan pemain asal Amerika Serikat itu kemudian bergulir pelan menuju gawang yang sudah melompong. Beberapa pemain Barca coba mengejar. Lionel Messi, pemain yang terkenal kalem, bahkan berteriak kepada rekan-rekannya di lini belakang agar coba  mengejar bola yang bergulir itu. Namun sayang, ketika seorang pemain Barca semakin dekat, bola sudah melewati garis gawang. Dan, tentu saja, gol! Skor berubah menjadi 2-1, Bayern di atas angin.

Skor 2-1 itu bertahan hingga pertandingan tuntas. Terlihat Iniesta coba menenangkan Messi dan Neymar yang menangis. Sementara Xavi Hernandez, gagal menutup kariernya di Barca dengan persembahan tiga gelar lantaran tersingkir dari Liga Champions. Dan para pemain Bayern tampak bersorak-sorai. Mereka melompat-lompat dengan girang.

Di tribun Allianz Arena, sekian ribu pendukung Barca yang hadir terpaku: ada yang mengelus-elus dada, menutup muka, hingga tentu saja menyeka air mata. Sementara pendukung Bayern, bersuka-ria karena tim kebanggaan mereka berhasil melaju ke final untuk berhadapan dengan Juventus.

Musim itu sendiri benar-benar menjadi musim yang luar biasa bagi klub Bavaria. Dinahkodai oleh pelatih sekaliber Pep Guardiola, mereka tampil dominan di semua kompetisi. Gelar Bundesliga sudah mereka amankan sejak dua pekan sebelum menghadapi Barca, sedangkan DFB Pokal sudah mencapai final.

Tapi yang paling patut untuk disimak adalah munculnya nama-nama anyar dari akademi mereka. Sebut saja Hojbjerg dan Gaudino. Julian Green dan Sinan Kurt, yang meskipun hanya menjadi pelapis trio Lewandowki, Robben, dan Ribery, mampu tampil optimal tiap kali diturunkan. Begitu pula dengan Mitchell Weiser yang mampu mengisi pos bek kanan dengan baik ketika Philip Lahm absen.

Pages