Analisa

7 Tim Promosi Paling Mengesankan Dalam Sejarah Premier League

Fulham, Cardiff City, Wolverhampton Wanderers merupakan tiga klub promosi Premier League musim ini. Di antara ketiganya, kiprah Wolves paling dinanti karena mereka diprediksi sebagai tim promosi yang akan ‘berbicara banyak’ sepanjang musim 2018/19 dengan kekuatan yang berporos kepada pemain-pemain asal Portugal.

We are part of The Trust Project What is it?

Terbentuknya legiun Portugal di Wolves tidak lepas dari kedekatan pemilik Wolves, Jeff Shi yang berafiliasi dengan Fosun International, dengan super agen Eropa asal Portugal, Jorge Mendes. Bukan cuma membawa pemain-pemain dari negerinya ke Wolves, Mendes juga yang meyakinkan Nuno Espirito Santo untuk melatih Wolves.

Hasilnya pun sangat positif. Musim lalu mereka menjuarai Championship dengan keunggulan jauh dari rival. Meski sempat diprotes karena dituding berbuat curang dengan keberadaan Mendes, Wolves tetap maju dan kini menatap positif Premier League dengan merekrut 13 pemain dan menghabiskan dana sebesar 63 juta poundsterling.

Selagi menanti kiprah Wolves. yang diharapkan pecinta sepak bola Premier League tidak mengecewakan, kami juga memiliki daftar klub-klub promosi yang tampil mengesankan di Premier League (sebagian mungkin masih bermain di format First Division). Berikut ulasannya:

Reading

Perjuangan tim besutan Steve Coppell pada musim 2006/07 di Premier League patut diapresiasi. Kalau perlu diberi acungan jempol. Bagaimana tidak, promosi dengan koleksi 106 poin sekaligus menjuarai Championship musim sebelumnya, Reading mampu finish di urutan delapan klasemen, di bawah Everton dan Bolton Wanderers, dan hanya terpaut satu poin dari zona Piala UEFA (kini bernama Europa League).

Penampilan Reading kala itu sungguh di luar dugaan, ketika publik tidak yakin mereka bisa bertahan di Premier League, Reading justru mampu menerjang prediksi dengan mengandalkan pemain-pemain seperti: Leroy Lita, Kevin Doyle, Marcus Hahnemann, Steve Sidwell, Shane Long, dan Stephen Hunt.

Sayang, cerita indah perjalanan Reading yang baru pertama promosi dan bermain di Premier League itu harus kandas di musim berikutnya. Mereka kesulitan menjaga konsistensi bermain dan harus menerima fakta pahit finish di urutan 18 klasemen yang berarti degradasi. Reading turun kasta bersama Birmingham City dan Derby County.

Blackburn Rovers

Kesabaran menikmati proses akan berbuah hasil positif, tutur sebuah pepatah. Blackburn Rovers promosi untuk kali pertama sejak 26 tahun lamanya pada musim 1992/93, lalu menempati peringkat dua di musim berikutnya, dan menjuarai Premier League 1994/95 dengan cerita yang diulangi Leicester City pada musim 2015/16 – sama-sama kisah cinderella karena tidak diprediksi datangnya.

Semula berawal ketika Blackburn promosi ke Premier League setelah mengalahkan Leicester di final play-off. Kenny Daglish, manajer Blackburn, mendapat restu dari Jack Walker (pemilik klub) untuk mendatangkan Alan Shearer dari Southampton dengan rekor transfer (saat itu) sebesar 3,5 juta euro.

Shearer memang banyak cedera musim itu. Namun dengan kondisi demikian, striker internasional Inggris masih bisa membukukan 16 gol dari 21 laganya di Premier League. Blackburn finish di peringkat empat dan hanya terpaut satu poin dari Norwich City yang ada di zona Piala UEFA.