7 Transfer Terburuk yang Pernah Dilakukan Lazio

Masih ingat dengan pemain berharga 48 juta euro yang pada akhirnya tak bisa apa-apa, Lazio?

Laziale, fans Lazio boleh berbesar hati saat ini, karena tim kesayangan mereka tengah bangkit di bawah arahan Simone Inzaghi. Jika musim lalu Lazio finish di lima besar Serie A, maka prestasi teranyar diraih kala Senad Lulic cs menang 3-2 atas raksasa Italia, Juventus, di ajang Piala Super Italia.

Inzaghi jadi kunci kebangkitan Lazio sejak ia ditunjuk jadi pelatih tim tahun lalu, tapi, membaiknya performa Lazio juga tak lepas dari peran Direktur Olahraga, Igli Tare, yang mendaratkan pemain-pemain berkualitas dan dibutuhkan tim. Mereka yang datang seperti Ciro Immobile dan Jordan Lukaku berandil besar mengangkat permainan tim bersama talenta yang sudah ada laiknya Keita Balde, Felipe Anderson, dan Luis Alberto.

Akan tetapi, transfer sukses yang dilakukan Lazio baru terlihat beberapa musim belakangan ini. Di masa lalu, ada beberapa transfer yang terbilang buruk. Pemain yang terlibat dalam transfer tersebut jadi flop player alias pemain gagal – siapa saja mereka?

1. Gaizka Mendieta

Di awal tahun 2000-an, Lazio pernah menghabiskan banyak uang untuk memboyong legenda Valencia, Gaizka Mendieta, sebesar €48 juta. Mendieta pergi setelah delapan tahun bermain untuk Los Che dengan raihan titel: Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan Piala Intertoto. Ia juga sempat membawa Valencia menapaki dua final Liga Champions pada 1990/00 dan 2000/01.

Lazio kepincut dengan magis yang diberikan gelandang asal Spanyol itu, berharap Mendieta dapat melanjutkan kehebatan Lazio di era Sven-Goran Eriksson. Namun, yang didapat Lazio justru sebaliknya. Mendieta gagal mengemban ekspektasi tinggi di Italia, hingga di dua musim berikutnya dipinjamkan ke Barcelona dan Middlesbrough. Pria kelahiran 27 Maret 1974 ini hanya semusim bermain untuk Lazio, sebelum pindah permanen ke Middlesbrough pada 2004. Uang sebesar €48 juta pun terbuang sia-sia.

Pages