Pratinjau Pertandingan

8 Hal Penting dari Jeda Internasional Pekan Ini: Wajah Baru Italia dan Krisis Argentina

Jeda internasional akan kembali bergulir pekan ini. Liga-liga domestik masing-masing negara diliburkan dan kini saatnya para pemain membela negara masing-masing dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 hingga laga persahabatan. Partai dan momen-momen penting siap tersaji di jeda internasional pekan ini. Apa saja?

We are part of The Trust Project What is it?

Eropa         

Pekan yang menegangkan untuk Inggris, Gareth Southgate, dan Gordon Strachan

Jumat (11/11) ini akan menjadi hari yang sangat menegangkan bagi tim nasional Inggris. Pertama, mereka akan menghadapi sang 'saudara tua' yakni Skotlandia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018. Kedua, laga yang akan berlangsung di Stadion Wembley itu akan menjadi laga yang menentukan siapa yang akan mengisi kursi pelatih Inggris berikutnya. Jika Inggris berhasil menang pada laga nanti, caretaker mereka saat ini, Gareth Southgate, diyakini akan bertahan dan naik jabatan sebagai pelatih utama. Sebaliknya, jika justru Robert Snodgrass dan kawan-kawan mampu mempermalukan pasukan Southgate di hadapan para pendukungnya, sudah pasti legenda Middlesbrough itu akan lengser dari kursi pelatih.

Akankah Wayne Rooney mencetak gol lagi ke gawang Skotlandia?

Tak hanya itu, menariknya laga ini juga akan menjadi laga penentuan apakah pelatih Skotlandia saat ini, Gordon Strachan, juga akan dipecat atau tidak. Setelah rentetan buruk yang mereka dapatkan di jeda internasional sebelumnya termasuk kala kalah dari Slowakia bulan lalu, Strachan berpeluang besar dipecat jika tak mampu berbuat banyak saat menghadapi Inggris.

Menanti racikan baru Giampiero Ventura                   

Laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 menghadai Liechtenstein pada Sabtu (12/11) mendatang akan menjadi pertunjukan racikan baru dari pelatih Italia, Giampiero Ventura. Pasalnya dalam menghadapi jeda internasional pekan ini, Ventura sudah menyiapkan strateg berbeda dari laga-laga Italia sebelumnya. Sejak mengambil alih kursi pelatih Gli Azzurri, eks pelatih Torino itu memang masih menggunakan formasi yang sama dengan pendahulunya, Antonio Conte, yakni formasi 3-5-2. Tapi kali ini, Ventura ingin menggantinya dengan formasi dan strategi baru.

Italia akan menantikan hasil racikan baru Giampiero Ventura

Terlihat dari pemain-pemain yang dipanggilnya dalam jeda internasional kali ini, Ventura diyakini akan memasang formasi 4-4-2 atau 4-2-4 sebagai formasi anyar untuk Daniele De Rossi dan kawan-kawan. Pelatih berusia 68 tahun itu juga akan memaksimalkan serangan melalui pemain-pemain sayap yang cepat dan lebih ofensif dari biasanya. Karenanya, nama Antonio Candreva, Giacomo Bonaventura, Federico Bernardeschi, Lorenzo Insigne, Nicola Sansone, hingga sang debutan, Matteo Politano, dipanggil Ventura untuk memperkuat Italia dalam jeda internasional kali ini. Menarik memang melihat bagaimana racikan terbaru Ventura ini untuk menilai apakah dirinya memang sudah terlepas dari bayang-bayang Conte. Karena setelah menghadapi Leichtenstein, empat hari berikutnya Gli Azzurri akan berhadapan dengan Jerman dalam laga persahabatan.

Pembuktian duet Griezmann dan Gameiro      

Antoine Griezmann dan Kevin Gameiro akan menjalani laga pembuktian pada jeda internasional kali ini. Pasalnya, dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018 pekan ini, Prancis akan menghadapi lawan tangguh, Swedia. Duet dua bomber Atletico Madrid boleh saja telah bertaji bersama di Prancis kala keduanya tampil baik dalam dua kemenangan di jeda internasional sebelumnya menghadapi Bulgaria dan Belanda. Namun kali ini, lawan yang mereka hadapi adalah Swedia yang di Grup A berada di peringkat kedua dan mengemas poin tujuh, sama dengan Prancis.

Griezmann dan Gameiro harus tampil bagus lagi untuk terus mendapatkan kepercayaan Deschamps

Martin Olsson dan kawan-kawan yang hanya kalah selisih gol dari Les Blues mampu menunjukkan permainan konsisten dan bahkan menahan imbang Belanda. Olivier Giroud memang telah pulih dan siap kembali mengisi tempat di lini depan Prancis. Tapi tampaknya Didier Deschamps masih akan mempercayai mesin gol Les Blues kepada Gameiro dan Griezmann.

Amerika Selatan

Lawan Sepadan Argentina adalah Kolombia, bukan Brasil

Argentina menghadapi dua lawan tangguh di jeda internasional pekan ini. Dalam dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 mereka akan menghadapi Brasil dan Uruguay. Laga menghadapi musuh bebuyutan mereka di Amerika Selatan, Brasil pada Jumat (11/11) ini jelas akan terasa sangat klasik dan syarat gengsi karena kedua tim meyakini jika mereka adalah yang terbaik di Amerika Selatan. Tapi tunggu dulu, jika dilirik dari penampilan Argentina dan posisi mereka di klasemen saat ini, Brasil adalah lawan yang kurang sepadan untuk Lionel Messi dan kawan-kawan. Negeri Samba saat ini kokoh di peringkat pertama dengan 24 poin, sedangkan sedang terpuruk di peringkat enam dengan raihan 16 poin. Bola memang bundar dan statistik tiga laga tanpa kemenangan Argentina tak bisa menjadi patokan.

Messi tak bisa apa-apa di hadapan Neymar dan Brasil

Kemenangan telak Brasil atas Argentina dengan tiga gol tanpa balas pagi tadi adalah sebuah bukti bagaimana Albiceleste memang tidak dalam level yang setara dengan Neymar dkk., bahkan meski banyak orang, termasuk kubu Selecao sendiri, mengantisipasi laga ini. Bermain menyedihkan di sepanjang laga, Argentina yang bermain dengan kekuatan terbaik bahkan berpeluang kalah lebih besar seandainya tuan rumah tak membuang-buang peluang di 30 menit terakhir pertandingan.

Justru yang menjadi lawan sesungguhnya Argentina adalah Kolombia yang akan mereka hadapi pada Selasa (15/11) nanti. Pasalnya, jika mampu menaklukkan Kolombia, posisi pasukan Marcelo Bielsa bisa naik menembus lima besar untuk menggeser sang lawan. Mengingat Kolombia dalam laga perdana pekan ini juga akan menghadapi tim kuat, yakni Cile. Edgardo Bauza harus segera memperbaiki penampilan dan mentalitas anak-anak asuhnya jika tidak mau makin jauh dari posisi empat, posisi minimal untuk lolos otomatis ke Rusia 2018.