8 Hal yang Kita Pelajari dari Liga-Liga Top Eropa: Jovetic Sang Kryptone Real Madrid

Apa saja hal-hal penting dan menarik yang terjadi di liga-liga top Eropa akhir pekan kemarin?

Stevan Jovetic, Batu Krypton Real Madrid (?)

Sempat menjadi pesakitan dan tersingkir dari line-up utama di Inter Milan, tampaknya tak mengurangi niat Jorge Sampaoli untuk meminjam jasa Stevan Jovetic selama setengah musim ke depan. Padahal, jika dilihat-lihat, kedalaman skuat Sevilla bisa dibilang cukup bagus untuk mengarungi sisa kompetisi musim 2016/17 ini.

Awal debutnya di Copa del Rey bersama Sevilla, Jovetic menyumbangkan sebiji gol ke gawang Real Madrid meski tak membantu banyak Sevilla lolos dari lubang jarum karena mereka sudah hancur lebur di leg pertama. Namun tampaknya Los Blancos menjadi takdir pemulus karirnya di Spanyol. Saat Sevilla bersua Real Madrid (lagi) untuk kedua kalinya dalam sepekan pada ajang La Liga, Jovetic menjadi pencetak gol kemenangan di menit 90+. Dua pertandingan, dua gol ke gawang lawan yang sama. Batu krypton yang baru bagi Real Madrid?

Berhenti di 40, Blancos

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sang pemuncak klasemen sementara La Liga yaitu Real Madrid harus bertekuk lutut oleh sang tuan rumah, Sevilla dengan skor tipis 2-1. padahal, tim tamu sempat unggul terlebih dahulu unggul lewat gol penalti yang diselesaikan oleh Cristiano Ronaldo.

Namun, entah apa yang merasuki Sergio Ramos ketika berniat menghalau bola tendangan bebas Sevilla di sepuluh menit terakhir pertandingan. ia terlihat (dari layar kaca) seperti tak berniat menghalau bola namun lebih seperti berniat bunuh diri dengan sundulan. Hancurnya mental Los Blancos diperburuk dengan kebobolan oleh Jovetic di menit 90. Rekor tak terkalahkan selama 40 pertandingan akhirnya harus berhenti di tanagn Sevilla.  

Kekalahan Juventus, Peluang Bagi Tim Lain

Ini merupakan kabar bagi para pesaing Juventus. Jawara bertahan Seria A Italia musim lalu ini akhirnya harus takluk ketika bertandang ke markas Fiorentina. Bahkan, sang tuan rumah sempat unggul dengan margin dua gol sebelum Gonzalo Higuain menipiskan keadaan.

Kekalahan keempat Juventus di ajang liga ini jelas kesempatan besar bagi tim-tim seperti AS Roma, Napoli dan duo Milan untuk memepetkan jarak poin diantara mereka. Kesempatan untuk kudeta posisi klasemen itu masih ada, bung!

Penalti Milner, tapi Carrick Starter

Hasil yang adil ditunjukkan untuk kedua pihak yang bertanding kemarin malam. Manchester United dan Liverpool yang saling berhadapan memang sudah paling cocok mendapatkan hasil imbang. Meski kubu Chelsea jelas bergembira dengan hasil ini, namun hasil yang adil ini ada alasannya.

Pertama, Michael Carrick menjadi starter untuk United. Bisa dibilang, Carrick ini adalah 'jimat' bagi United karena setiap dia bermain, United tak pernah kalah. Tapi disaat yang bersamaan, James Milner sukses membuat gol untuk Liverpool dari titik penalti. Mitosnya, setiap Milner mengambil penalti, ia selalu mengonversinya menjadi gol dan Liverpool tak pernah kalah. Maka, adu mitos tak kalah jika ada Carrick dan tak kalah jika Milner membuat gol penalti menghasilkan skor imbang. Keduanya tak ada yang kalah. Adil, kan?