Top 10/50/100

8 Klub Profesional yang Dimiliki Militer dan Kepolisian: Bukan Hanya di Indonesia!

Kompetisi sepakbola profesional Indonesia kedatangan beberapa pendatang baru di musim 2017 ini, dua di antaranya PS TNI dan Bhayangkara FC, dua klub yang dimiliki instansi militer dan kepolisian. Tapi ini bukanlah fenomena baru...

We are part of The Trust Project What is it?

Militer dan sepakbola. Di Indonesia, sudah ada dua klub yang punya latar belakang militer atau kepolisian, PS TNI dan Bhayangkara FC, yang kini berpatisipasi di kompetisi sepakbola tertinggi Tanah Air, Liga 1.

Indonesia bukan satu-satunya negara dengan klub-klub yang lahir dari barak, karena negara lain juga memilikinya. Lahir dari keinginan petinggi instansi militer dan kepolisian untuk mewadahi keinginan anggotanya bermain sepakbola, sebuah klub terbentuk dan perlahan, klub yang tadinya amatir itu punya potensi untuk menjadi klub profesional. Berbekal latar belakang yang sama, berikut klub-klub berbasis militer dan kepolisian yang ada di seluruh dunia...

1. CSKA Moskwa

Terbentuk sejak 1911 ketika Rusia masih bernama Uni Soviet. CSKA juga dikenal sebagai klub olahraga militer yang sudah meraih kesuksesan pasca-era perang dunia kedua dan dibentuk oleh tentara Soviet, ketika komunis masih hebat-hebatnya kala itu. Namun sejak Uni Soviet pecah, kepemilikannya dibagi dan sempat menjadi sengketa antara kementerian pertahanan Rusia dan tentara nasional.

Pengusaha kaya raya Rusia, Roman Abramovich, juga membantu perkembangan klub melalui dana yang dikucurkannya pada periode 2004-2006. Setelahnya, Abramovich meninggalkan CSKA untuk lebih fokus menangani Chelsea.

CSKA merupakan klub kedua tersukses Rusia setelah Spartak Moskwa dan belakangan menjadi langganan bermain di turnamen antarklub Eropa, baik itu Liga Champions atau Europa League. Mereka juga memiliki pemain yang bermain di timnas Rusia seperti Alan Dzagoev, Igor Akinfeev, dan Sergei Ignashevich.

2. CSKA Sofia

CSKA bukan sekedar nama dan memiliki arti Central Sports Club of the Army alias klub olahraga miliki tentara. Moskwa memilikinya dan, di belahan Eropa Timur lainnya, Bulgaria juga memilikinya dengan nama lengkap CSKA Sofia.

The Army Men (julukan Sofia) dibentuk sejak 1948 dengan nama pertama CDV (Central House of the Troops). Nama klub kembali berubah pada 1950 menyusul keinginan manajemen untuk memasukkan istilah Narodna (klub milik masyarakat) sehingga namanya menjadi CDNV.

Perubahan itu terus terjadi pada 1953 menjadi Team of the Sofia Garrison dan juga pada 1954 menjadi CDNA Sofia (Central House of the People’s Army). Barulah pada 1962 perubahan radikal terjadi, CDNA bergabung dengan DSO Cherveno Zname dan memunculkan nama CSKA Sofia, nama yang terus digunakan hingga saat ini.

Kepemilikan klub Sofia juga pernah dibagi dengan kementerian pertahanan dan klub ini pernah turun ke divisi tiga karena masalah finansial pada 2015. Kendati demikian, Sofia tetap dikenang sebagai salah satu klub tersukses Bulgaria dengan raihan 31 trofi liga dan dua kali menjadi semifinalis Liga Champions (1966/67 dan 1981/82).

Jika Anda mengenal Dimitar Berbatov, Hristo Stoichkov, Stiliyan Petrov, Martin Petrov, dan Petar Zhekov, maka Anda wajib mengetahui bahwa mereka pernah membela Sofia.

Pages