Analisa

8 Momen Penting dari Europa League Pekan Ke-5

Rangkuman hal-hal penting yang terjadi di Europa League pekan ini... dan wajib kamu ketahui.

We are part of The Trust Project What is it?

Europa League matchday kelima telah usai. Banyak tim yang telah memastikan lolos ke babak berikutnya, termasuk tim-tim besar seperti AS Roma dan Zeni St Petersburg. Namun selain itu banyak pula hal kejutan seperti tak lolosnya Internazionale Milan dan Sassuolo. Apa saja hal penting lain yang perlu Anda simak?

Pembalasan dendam Manchester United   

   

Pada matchday pertama, Manchester United dikejutkan dengan kekalahan di Belanda atas Feyenoord. Kala itu, Red Devils takluk dengan skor 1-0. Namun di matchday kelima, pasukan Jose Mourinho mampu membalasnya. Tak tanggung-tanggung, di Old Trafford, Feyenoord dibantai dengan skor 4-0. Wayne Rooney menjadi bintang pada pertandingan ini dimana ia mencetak gol pembuka dan satu assist. Sementara tiga gol United lain dicetak oleh Juan Mata, Jese Ligard, dan bunuh diri kiper Feyenoord, Brad Jones. Kemenangan ini pun membuat United selangkah lagi lolos ke babak 16 besar karena mereka hanya memerlukan satu poin kala menghadapi Zorya di laga terakhir.

Inter terpuruk di Israel

Nasib Inter Milan di ajang Europa League sungguh sangat buruk. Raksasa Italia itu dipastikan tak lolos ke babak 32 besar setelah takluk dari klub yang mungkin belum Anda dengar sebelumnya, Hapoel Be'er Sheva. Klub asal Israel itu mampu menaklukkan I Nerrazurri di kandangnya dengan skor 3-2. Inter sebagai tamu sebenarnya unggul dua gol lebih dulu di babak pertama melalui gol Mauro Icardi dan Marcelo Brozovic. Namun petaka menimpa mereka di babak kedua, terkhusus setelah kiper mereka, Samir Handanovic, diusir keluar oleh wasit setelah menerima kartu kuning kedua. Alhasil Hapoel pun mampu menyusul tiga gol dan memenangkan pertandingan. Inter pun tersungkur dan tersingkir dari kompetisi antarklub Eropa dengan dipastikan menjadi juru kunci.

Southampton belum juga lolos 

      

Belum ada wakil Inggris yang lolos ke babak 32 Europa League musim ini. Itu setelah Southampton membuang-buang kesempatan lolos akibat kalah dari Sparta Praha di matchday kelima. Hasil itu pun membuat Soton harus menunggu hingga matchday pamungkas atau keenam untuk bisa memastikan lolos. Atau justru Shane Long dan kawan-kawan bisa tersingkir karena saat ini mereka masih berada di peringkat kedua dengan poin yang sama dengan poin Hapoel Be'er Sheva yang ada di peringkat ketiga. Kebetulan, di laga pamungkas, Southampton akan berhadapan dengan Hapoel untuk menentukan siapa yang lolos ke babak 32 besar.

Schalke 04, Zenit St Petersburg, dan Shaktar Donetsk masih jaga rekor sempurna

Ada tiga tim di Europa League musim ini yang selalu meraih kemenangan di seluruh laganya. Mereka adalah Schalke 04, Shaktar Donetsk, dan Zenit St Petersburg. Schalke meneruskan rekor sempurna mereka di Grup I setelah pada matchday kelima mampu mengalahkan underdog asal Prancis, Nice dengan skor 2-0. Wakil Jerman itu juga menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di Europa League musim ini setelah hanya kebobolan satu gol dari lima laga. Tim kedua, Shaktar Donetsk juga masih dengan rekor sempurna di Grup H. Terakhir pada matchday kelima kemarin, mereka mampu mengalahkan Konyaspor dengan skor telak 4-0. Dan terahir, Zenit St Petersburg juga meneruskan rekor sempurna mereka setelah di matchday kelima mengalahkan Maccabi Tel Aviv dengan skor 2-0.

Debut Sassuolo berakhir buruk         

Sassuolo musim lalu mencetak sejarah dengan pertama kali lolos ke kompetisi antarklub Eropa yakni Europa League. Namun naas, debut Domenico Berardi dan kawan-kawan justru berakhir buruk. Mereka dipastikan tersingkir setelah takluk 3-2 dari Athletic Bilbao pada matchday kelima. Padahal pada pertemuan perdana, I Neroverdi mampu menaklukkan wakil Spanyol itu dengan skor 3-0 di kandang sendiri. Dengan kekalahan itu pun Sassuolo saat ini hanya berada di peringkat terakhir Grup F dengan raihan lima poin hasil dari satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Kumpulan poin itu pun tak cukup membawa mereka ke babak 32 walaupun di laga terakhir mampu menaklukkan Genk.

Nice hanya perkasa di Ligue 1

Nice boleh jadi sangat perkasa di ajang Ligue 1 dan menjadi pemuncak klasemen hingga pekan ke-13 dengan raihan 32 poin. Di liga domestik, Mario Balotelli dan kawan-kawan memang tampil begitu menakjubkan dan hingga kini hanya baru menelan satu kekalahan. Sayang performa bagus itu tak tertular di ajang Europa League. Dari lima laga mereka di babak grup Europa League, Nice hanya satu kali meraih kemenangan. Sementara empat lainnya diakhiri dengan kekalahan, termasuk di matchday kelima kala mereka kalah 0-2 dari Schalke 04. Raihan tiga poin itu pun hanya membuat Nice saat ini berada di posisi juru kunci dan dipastikan tersingkir. Mungkin, mereka benar-benar hanya ingin fokus meraih gelar juara Ligue 1.

Gol rabona Diego Perotti   

     

Pekan ini ada dua aksi rabona yang memukau di dua kompetisi antarklub Eropa. Pertama adalah umpan rabona milik sayap Besiktas, Ricardo Quaresma di Liga Champions. Kedua, dari Europa League ada gol rabona dari pemain AS Roma, Diego Perotti. Perotti mencetak gol rabona yang sangat cantik untik gol ketiga Roma dalam kemenangan 4-1 atas Viktoria Plzen. Dilakukan dari sisi kiri, Perotti mampu mengelabui kiper lawan, Matus Kozacik lewat tendangan rabona chip itu. Kemenangan 4-1 itu pun membuat Roma dipastikan lolos ke babak 32 besar sebagai juara Grup E.

Iago Aspas belum bisa loloskan Celta Vigo                  

Sejak bulan Oktober lalu, Iago Aspas muncul sebagai bintang Celta Vigo. Tujuh gol dan dua assists telah diciptakan eks bomber Liverpool itu sejak Oktober hingga di matchday kelima Europa League kemarin menghadapi Standard Liege. Pada laga itu pula, Aspas turut menyumbangkan satu gol. Namun satu gol itu tak mampu membuat Celta Vigo meraih kemenangan karena ditahan imbang 1-1 oleh tamu asal Belgia itu. Menariknya, pada laga itu Aspas memang mampu mencetak satu gol, namun dirinya juga dihadiahi kartu merah di akhir pertandingan setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Aspas pun dipastikan absen di laga terakhir Celta Vigo dalam ajang Europa League dan menghadapi Panathinaikos. Sayangnya, laga itu adalah laga penentuan karena mereka Celta Vigo saat ini masih berada di peringkat ketiga Grup G.