8 Momen Tak Terlupakan di Pertandingan Pembukaan Premier League

Tidak ada yang bisa mengalahkan hegemoni dan ketegangan pada pertandingan pertama di liga, optimisme, kegembiraan, dan mungkin saja Anda percaya bahwa ini adalah musimnya tim Anda, mungkin saja. Max McLean memilih delapan momen yang tidak terlupakan pada pertandingan pembukaan Premier League.

Arsenal 2-4 Norwich City (1992/93)

Hasil ini akan tampak mengejutkan jika terjadi saat ini, dan kondisinya juga sama saja saat Premier League dimulai tahun 1992 silam: Arsenal adalah juara Divisi Satu tahun 1991 dan meraih Piala FA dan Piala Liga di musim 1992/93, sementara Norwich baru lolos degradasi dengan selisih hanya 3 poin di tahun sebelumnya.

Semuanya berjalan bagus bagi Arsenal, yang unggul 2-0 saat Half Time berkat gol Steve Bould dan Kevin Campbell, tapi Norwich tetap tenang dan menggila di akhir.

Dan pertandingan ini jadi semacam pertanda akan apa yang terjadi selanjutnya, karena Norwich kemudian terus bermain bagus dan bahkan mampu bersaing meraih gelar - mereka pada akhirnya finis di posisi tiga setelah bermain buruk di akhir musim - sementara Arsenal terpuruk ke papan tengah.

Semuanya berjalan bagus bagi Arsenal pada awalnya, yang unggul 2-0 saat jeda pertandingan berkat gol Steve Bould dan Kevin Campbell, tapi Norwich tetap tenang dan menggila di akhir pertandingan.

Mark Robins memberikan The Canaries harapan dengan menyundul sebuah tendangan bebas ketika laga tinggal 20 menit lagi, sebelum David Phillips memanfaatkan kesalahan David Seaman untuk menyamakan kedudukan.

Dengan momentum beralih ke Norwich dan Arsenal semakin terdesak, Ruel Fox membawa tim tamu unggul dengan tendangan keras mendatarnya; seakan tak puas dan ingin memastikan kemenangan, Robins kemudian memanfaatkan kesalahan Tony Adams dan melepaskan tendangan cungkil ke arah gawang David Seaman dari arah 30 yard.

Derby 3-3 Leeds (1996/97)

Derby menandai promosi mereka ke kasta tertinggi sepakbola Inggris dengan pertandingan sengit melawan Leeds di Baseball Ground. Hasil imbang seakan jadi hasil yang layak bagi kedua tim di laga pembuka ini: karena ternyata di akhir musim, keduanya hanya terpisah selisih gol.

Setumpuk hal seru terjadi di babak kedua pertandingan ini. Lee Bowyer, yang kala itu masih berstatus pemain muda yang menjanjikan, memaksa Jacob Laursen dari Derby menciptakan gol bunuh diri di 15 menit pertama, dan setelah 71 menit, skor masih 1-0 untuk Leeds.

Bowyer yang tampil luar biasa pasti merasa ia berhasil memenangkan laga ini untuk tim tamu setelah ia menyelesaikan sundulan Ian Rush lima menit menjelang laga usai

Kemudian semuanya berubah, di dalam dan di luar lapangan: lima gol dalam waktu 16 menit yang gila membuat semua penonton bahagia. Bowyer lagi-lagi berpengaruh besar dengan memberikan umpan untuk Ian Harte, yang menggandakan keunggulan Leeds dari jarak 20 yards, namun tendangan voli Dean Sturridge memperkecil keunggulan mereka dan Derby langsung menyamakan kedudukan setelahnya melalui Paul Simpson.

Bowyer yang tampil luar biasa pasti merasa ia berhasil menjadi pahlawan kemenangan dalam laga ini untuk tim tamu setelah ia menyelesaikan sundulan Ian Rush lima menit menjelang laga usai, tapi Sturridge menciptakan gol hanya beberapa saat setelahnya untuk memastikan Derby pulang dengan satu poin.

Pages