8 Momen Terbaik di Serie A 2015/16

Dari perjalanan hebat Sassuolo ke Eropa hingga pensiunnya salah satu penyerang terbaik Italia, Luca Toni. Berikut 8 momen menarik di Serie A musim 2015/2016...

Sassuolo Terbang ke Eropa

Tahun 2003 lalu Sassuolo masih berada di Serie C2 – divisi keempat Liga Italia. Satu dekade kemudian mereka berhasil promosi ke Serie A. Dan tiga tahun setelahnya, Sassuolo berhasil terbang ke Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Anak-anak asuhan Eusebio di Francesco tersebut memang hanya mampu finis di peringkat enam, tetapi keberhasilan Juventus, sang peraih scudetto, dalam menyabet Coppa Italia memastikan Sassuolo akan ikut berkompetisi di Europa League pada musim depan sebagai peringkat keenam di liga.

Perjalanan Sassuolo sendiri pada musim ini memang tergolong sensasional. Juventus, Napoli, Inter, Lazio, dan Milan pernah mereka kalahkan. Bahkan, pada empat pekan terakhir Serie A, Sassuolo selalu menang – termasuk mengalahkan Inter pada pekan terakhir. Mereka kemudian berhasil menyalip AC Milan, klub idola sang bos, Giorgio Squinzi, yang mempunyai total tagihan gaji pemain kira-kira tiga kali lipat dari total tagihan gaji Sassuolo – Giorgio Squinzi mungkin mengalami dilema antara bahagia dan sedih di ketika Juventus berhasil mengalahkan Milan pada pertandingan final Coppa Italia.

Menariknya, Sassuolo berhasil menorehkan prestasi tersebut dengan banyak mengandalkan pemain asal Italia. Musim ini I Neroverdi, julukan Sassuolo, hanya mempunyai empat pemain asing: Gregoire Defrel dari Perancis, Sime Vrsaljko dari Kroasia, dan Alfred Duncan serta Claud Adjapong dari Ghana. Luar biasa, bukan?

Gonzalo Higuain berhasil memecahkan rekor Gunnar Nordahl

Selama berada di AC Milan dari tahun 1949 hingga 1956, Gunnar Nordahl berhasil mencetak 221 gol dari 268 kali penampilannya. Penyerang asal Swedia ini memang mengerikan. Jika dia dalam kondisi fit, pemain bertahan serta kiper lawan dipastikan berada dalam bahaya besar. Dengan pendekatan seperti itu, Nordahl kemudian menjadi langganan top skorer Serie A, dan dirinya juga pernah mencetak 35 gol dalam satu musim, sebuah rekor baru di Serie A.

66 tahun kemudian, seorang penyerang asal Argentina yang tidak begitu populer di negaranya, Gonzalo Higuain, berhasil mencetak 36 gol dalam satu musim di Serie A. Melalui hat trick-nya ke gawang Frosinone, Higuain berhasil memecahkan rekor Nordahl sebagai penyerang paling rakus di Serie A dalam satu musim – dan hal ini memerlukan sedikit keajaiban.

Pada awal musim, saat pertama kali bertemu Higuain, Murizio Sarri, pelatih Napoli, mengucapkan kalimat yang sedikit ketus tapi memberikan dampak yang signifikan. "Kamu terlalu malas. Jika kamu tak mengubah sikapmu, kamu tidak akan bisa menjadi penyerang terbaik di dunia," begitu katanya.

Sejak saat itu, Higuain benar-benar berubah. Dia tidak lagi canggung saat berada di depan gawang lawan. Dirinya juga jarang menyia-nyiakan peluang. Dari 144 kali tembakan yang dilakukannya, 58% di antaranya mengarah tepat sasaran, dan Nordahl pasti dengan senang hati akan merelakan rekornya dipecahkan oleh penyerang seperti itu.

Pages