Top 10/50/100

8 Pemain Muda Potensial yang Muncul dari Liga 2 2017

Regulasi pemain muda yang dicanangkan PSSI untuk Liga 2 membuahkan hasil. Beberapa pemain di bawah usia 23 tahun mulai bersinar setelah diberikan kesempatan. Siapa saja yang paling menonjol?

We are part of The Trust Project What is it?

Irfan Jaya (21 tahun, Persebaya Surabaya)

Sebagi permulaan, nama Irfan Jaya tampaknya harus kami simpan paling atas dalam daftar pemain muda potensial susunan kami. Tentu saja, alasannya adalah ia berstatus sebagai pemain terbaik yang membawa Persebaya Surabaya menjuarai Liga 2 musim 2017 ini. Hal-hal tersebut rasanya sudah sangat menggambarkan kemampuan yang dimiliki Irfan Jaya. Dan kami rasa, mustahil melewatkan namanya untuk masuk ke daftar ini.

Dengan segala kondisinya tersebut, pemain jebolan SSB Butta Toa Raya, Bantaeng, Sulawesi selatan ini sudah pasti menjadi banyak buruan klub Liga 1 untuk mendapatkan tanda tangannya. Namun beruntung, tampaknya Irfan masih akan setia bersema Bajul Ijo. 

"Kalau masalah ada yang kontak, ada. Tapi saya tidak bisa bilang iya, karena saya masih ingin main di Persebaya, karena saya senang main di sini," ungkap Irfan. "Tim Persebaya itu kekeluargaannya terasa, kami semua kompak, solid. Pokoknya dalam tim Persebaya itu sudah kayak keluarga, manajemen semua baik," sambungnya.

Gaya main Irfan di Persebaya mengingatkan kita pada Andik Vermansah. Sama-sama memiliki tubuh kecil dan beroperasi di area sayap, kemampuannya dalam menggiring bola membuat dirinya selalu diwasadai pemain bertahan lawan. Kendati demikian, ada satu hal yang membuat Irfan tampak akan lebih baik dari Andik, yaitu ketajamannya. Meski baru pertama kali bermain  dalam kompetisi profesional, ia berhasil mencatatkan 10 gol serta enam assist dalam 20 pertandingan.

Dimas Drajad (20 tahun, PSMS Medan)

Pada laga semifinal yang ketat antara PSMS Medan dan PSIS Semarang, sepanjang awal-awal laga hingga pertengahan babak kedua, bisa dibilang PSIS menguasai jalannya pertandingan. Peluang demi peluang ada saja yang membahyakan gawang PSMS. Namun meski begitu, coach Djanur, pelatih PSMS saat itu mulai memikirkan cara yang ampuh demi membongkar pertahanan tim Mahesa Jenar tersebut.

Adalah Dimas Drajad yang diplot sebagai penyerang lubang yang mampu membongkar pertahanan PSIS. Pergerakannya di gol pertama PSMS pada menit 114 alias babak tambahan membuat PSMS berada di atas angin. Hebatnya, Dimas pun ikut membuat gol kedua PSMS yang mengunci laga dan mengantarkan PSMS untuk berlaga di Liga 1 musim 2018 mendatang, sekaligus berlaga di babak final melawan Persebaya yang sebelumnya sudah memastikan diri melaju ke babak final.

Langsung ke 4:29

Sedikit banyak dari kita yang familiar dengan nama Dimas Drajad. Alumni tim nasional U-19 era Indra Sjafri angkatan Evan Dimas dkk. ini memang lebih sering bermain sebagai sayap ataupun penyerang tengah. Namun coach Djanur lebih memilih menarik mundur posisi Dimas untuk melapangkan jalan I Made Wirahadi di lini depan. Dan Dimas mampu menjalankan tugasnya dengan baik kali ini.

Pages