8 Pemain Terbaik yang Bisa Direkrut Gratis Oleh Klub-Klub Premier League Musim Panas Ini

Tentu saja, menyenangkan jika bisa menghambur-hamburkan uang demi pemain bintang yang menurut Anda akan meningkatkan kualitas skuat tim favorit Anda, namun para pemain yang kontraknya habis ini juga bisa memberikan nilai lebih kok

Eric Maxim Choupo-Moting

Eric Maxim Choupo-Moting

Choupo-Moting mungkin membutuhkan lingkungan yang baru

Choupo-Moting mungkin bukan pemain yang paling berbakat, tapi dia bisa mengisi berbagai posisi, seorang pekerja keras, dan sangat kuat secara fisik, yang membuat pemain berusia 28 tahun itu menjadi buruan tim papan atas Premier League.

Mampu bermain sebagai penyerang tengah, striker kedua, pemain sayap, dan di lini tengah, pemain asal Schalke berbadan kekar itu berasal dari latar belakang yang beragam – dia lahir di Jerman namun mewakili Kamerun di level internasional. Choupo-Moting memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa untuk seorang pemain bertubuh besar seperti dirinya, dan bisa berbahaya dalam berbagai situasi. Dia memiliki tembakan yang bagus dan secara alami ahli dalam bola-bola atas.

Namun, sang striker tidak pernah memenuhi potensi terbaiknya di Mainz dan Schalke, sebagian karena masalah cedera terus-menerus datang. Choupo-Moting kerap mengalami cedera lutut, termasuk cedera yang memaksanya mengakhiri musim 2016/17 di bulan April, dan itulah sebabnya Schalke ingin menjualnya pada bulan Januari.

Stoke dan Southampton tidak bisa memenuhi banderol harganya saat itu, tapi mereka bisa mencoba kembali sekarang karena kontraknya berakhir. Ia tidak pernah memiliki masalah disiplin, dan itu membuat Choupo-Moting layak dipertaruhkan.

Rachid Ghezzal

Rachid Ghezzal

Ghezzal: Ia bisa bermain bagus di cuaca dingin dan basah melawan Lorient

Ghezzal saat ini sedang bernegosiasi dengan Milan, namun klub-klub Premier League masih punya peluang untuk mendapatkannya – terutama mengingat fakta bahwa Arsenal pernah mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain yang berposisi di sayap ini pada bulan Januari.

The Gunners sendiri mungkin tidak akan ikut memburunya kali ini, terutama karena pemain berusia 25 tahun itu kehilangan posisinya di tim inti Lyon pada 2017, yang menunjukkan betapa tidak konsistennya sang pemain. Bahkan, hanya satu pelatih – manajer Lyon saat ini, Bruno Genesi – yang pernah berhasil membuatnya bersinar.

Lihai melakukan aksi memotong ke area tengah lapangan dengan kaki kanannya yang kuat seperti idolanya Arjen Robben, Ghezzal menunjukkan beberapa penampilan sensasional di sepanjang 2016

Ghezzal tumbuh di bawah kepelatihannya di tim junior Lyon, dan sangat diuntungkan saat Genesio dipromosikan untuk memimpin skuat senior pada bulan Desember 2015. Sampai saat itu, pemain asal Prancis – yang memilih untuk mewakili Aljazair di ajang internasional – ini dianggap terlalu lemah, namun sang pelatih bisa menemukan posisi terbaiknya di sayap kanan.

Lihai melakukan aksi memotong ke area tengah lapangan dengan kaki kanannya yang kuat seperti idolanya Arjen Robben, Ghezzal menunjukkan beberapa penampilan sensasional di sepanjang 2016, dan menarik perhatian Liverpool, Everton, Tottenham, dan West Ham. Namun, Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, enggan menjualnya, dan berjanji untuk membuat kesepakatan demi kontrak baru.

Sayangnya itu tidak terbukti, dan sekarang Ghezzal sedang dalam proses untuk keluar dari klubnya, dan dituding tidak setia oleh penggemar Lyon. Dia paling cocok untuk pelatih yang menggunakan formasi 4-3-3 dan tidak menuntut pemain sayap mereka terlalu sering bertahan.

Pages