8 Pemain yang Menolak Dijual ke Klub Besar

Uang lebih penting di era sepakbola modern seperti sekarang – tetapi tidak bagi para pesepakbola ini yang memilih untuk mencintai klubnya sendiri...

“Loyalitas itu susah (ditemukan) dalam dunia sepak bola,” tutur bek Manchester City, Vincent Kompany awal Agustus ini “Semua orang menginginkannya, tapi faktanya, para manajer berpikir: 'Jika saya bisa menemukan pemain yang lebih baik, kamu pergi' dan para pemain berpikir: 'Jika saya mendapatkan (tawaran) dari klub yang lebih sering menang, saya pergi'."

Tapi, tidak selalu seperti itu kondisinya. Tidak semua pemain menginginkan uang atau bermain di klub yang lebih besar, seperti yang ditunjukkan para pemain ini...

Alan Shearer (Newcastle)

Alan Shearer

Setelah bergabung dengan Manchester United, Romelu Lukaku menyatakan dalam sebuah wawancara: "Siapa yang akan mengatakan tidak kepada tim terbesar di dunia?" Mantan striker Alan Shearer dengan cepat merespons melalui kicauannya di Twitter: "Saya melakukannya. Saya menolak .... Barcelona."

Dua dekade lalu, Shearer sukses merebut gelar juara Premier League dan dua kali menjadi top skor Premiership beruntun bersama Blackburn. Setelah ia mencetak gol terbanyak di Piala Dunia 96, Manchester United kembali dikaitkan dengan sang striker - Alex Ferguson sudah menunjukkan minatnya pada Shearer saat ia menandatangani kontrak dengan Blackburn saat pindah dari Southampton di 1992.

Namun, Shearer memilih bergabung dengan klub kota kelahirannya, Newcastle. Di musim pertamanya ia kembali meraih gelar top skorer, namun The Magpies hanya menempati posisi kedua di klasemen akhir Premier League - di belakang klub yang ditolaknya, Manchester United.

Seiring berakhirnya musim, manajer Barcelona Sir Bobby Robson memanggil Shearer, mencoba memboyongnya ke raksasa Catalan. Namun, tak ada yang cukup menggoda untuk bisa membuatnya meninggalkan St James Park, karena Shearer tetap setia kepada Newcastle sepanjang karier sepakbolanya. Dia gagal meraih trofi di sana, namun menyelesaikan kariernya dengan 260 gol di Premier League - menjadikannya striker paling produktif di liga sepak bola Inggris setelah tahun 1992.

Alessandro Del Piero (Juventus)

Pada tahun 2006, hanya beberapa bulan setelah memenangi Piala Dunia untuk negaranya dan Scudetto bersama Juventus, Del Piero mendapati timnya terdegradasi ke Serie B akibat skandal calciopoli di sepakbola Italia.

Si Nyonya Tua ditinggalkan banyak pemain bintangnya yang pindah ke klub elit Eropa lainnya (termasuk Zlatan Ibrahimovic, Patrick Vieira, dan Fabio Cannavaro) - namun beberapa pemain kunci memilih untuk bertahan, termasuk Pavel Nedved dan Gianluigi Buffon. Begitu pula dengan pemain  terpenting mereka, Alessandro Del Piero, yang menyatakan: "Seorang pria sejati tidak pernah meninggalkan kekasihnya."

Del Piero membawa Bianconeri kembali ke Serie A, namun mereka gagal meraih gelar selama empat musim. Dia memilih setia bersama Juventus sekali pun dia dibangku cadangkan, ketika mereka tersingkir dari Europa League setelah kalah 4-1 atas Fulham dan ketika mereka finis di posisi ketujuh di Serie A ... dua kali.

Del Piero melihat Si Nyonya Tua bangkit kembali saat ia mengucapkan selamat tinggal kepada sepakbola Italia, dengan tim asuhan Antonio Conte sukses memenangi Scudetto di tahun 2011/12. Dalam pertandingan terakhirnya, seisi Stadion Juventus menangis dan memohon agar mereka bisa melihat pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub untuk satu musim lagi.

Pages