8 Pemain yang Terang-Terangan Ingin Pindah Musim Panas Lalu... Tapi Gagal

Menggilanya bursa transfer musim panas 2017 lalu diwarnai juga dengan banyaknya pemain top yang secara terang-terangan ingin pergi dari klubnya saat ini. Tapi sementara beberapa pemain seperti Neymar atau Ousmane Dembele berhasil pindah, ada banyak pemain yang akhirnya gagal pindah dan harus menghadapi kenyataan pahit semusim lagi. Siapa saja?

Drama seringkali terjadi tiap kali bursa transfer dibuka. Semua bisa dimulai dari spekulasi yang dibesar-besarkan media, lalu berlanjut dengan keinginan pemain untuk hengkang. Secuil apapun niat pemain untuk pergi bisa memicu transfer yang benar jadi kenyataan, atau tidak sama sekali.

Begitu juga di bursa transfer musim panas yang baru-baru ini berakhir. Setidaknya ada delapan pemain yang kami catat terang-terangan ingin pergi, namun nyatanya masih bertahan. Siapa saja mereka?

1. Alexis Sanchez (Arsenal)

Penyerang asal Cili pernah berkata bahwa ia ingin bermain di Liga Champions. Secara tidak langsung, itu mengungkapkan keinginan Sanchez untuk hengkang dari Arsenal. Pasalnya The Gunners hanya bermain di Europa League musim ini. Ditambah fakta bahwa kontraknya akan berakhir tahun depan, plus keterpurukan Arsenal beberapa musim terakhir di tangan Arsene Wenger, kepergian Sanchez tampak tinggal menunggu waktu.

Transfer itu nyaris jadi kenyataan di hari tenggat transfer. Manchester City memberi penawaran, Sanchez sudah tinggal teken kontrak, dan semuanya batal karena Arsenal menariknya dari bursa transfer pemain karena tak menemukan penggantinya. Thomas Lemar yang diplot menggantikan Sanchez, lebih memilih bertahan di Monaco.

Alhasil, Sanchez masih bertahan di Emirates Stadium dan kepastian itu, tampak menjadi bom waktu bagi Arsenal. Eks striker Barcelona ini disinyalir marah dengan Arsenal, hingga kecil kemungkinan ia memperpanjang kontraknya (jika memang ada tawaran dari Arsenal). Sanchez bisa jadi tampil berbeda dibanding musim-musim sebelumnya, alias tampil setengah hati.

2. Diego Costa (Chelsea)

Opera sabun Costa sebetulnya sudah terjadi sejak Januari lalu, ketika ia terekspos media tengah bertikai dengan manajer Chelsea, Antonio Conte. Saat itu penyerang berdarah Brasil berpaspor Spanyol ingin pergi ke Tiongkok dan disinyalir memicu emosi Conte. Beruntung, keduanya masih bisa meredam perasaan hingga di akhir musim mampu meraih titel Premier League, yang diwarnai dengan catatan pribadi Costa sebagai top skorer tim.

Klimaksnya baru terjadi di pramusim, ketika Conte memberi pesan pendek kepada Costa bahwa ia tak lagi membutuhkan jasanya. Dari situ, Costa sudah tidak kerasan berada di Stamford Bridge dan ingin hengkang dengan target utamanya: Atletico Madrid.

Tapi transfer yang diharapkannya itu tak pernah jadi kenyataan. Selain adanya embargo transfer Atletico, Chelsea juga tidak ingin melepasnya dengan murah. Alhasil, Costa masih jadi pemain Chelsea dan saat ini terjadi perang dingin antara dirinya dengan The Blues.

Pages