8 Transfer Terburuk yang Pernah Dilakukan Milan

Sejak kedatangan Silvio Berlusconi, Milan menjelma menjadi salah satu klub paling royal membelanjakan uangnya di bursa transfer, tapi tidak sedikit juga yang berakhir dengan kegagalan. Siapa saja yang pantas mendapatkan label transfer terburuk Milan?

Pasca meraih scudetto Serie A musim 1978/79, tak ada langit cerah di atas kepala AC Milan. Salah satu klub besar Italia tersebut langsung menancap gas, yang sayangnya, ke arah kemunduran. Bagaimana tidak, satu tahun setelah membuat para penggemarnya menjadi penggemar sepakbola paling bahagia di dunia Milan harus terdegradasi ke Serie B.

"Tahun lalu kita menyaksikan pesta kembang api dengan sukacita di San Siro. Tahun ini semuanya gelap. Bahkan lebih gelap daripada warna hitam sekali pun," mungkin begitu ratapan para penggemar Milan setelah timnya hanya mampu finis di posisi kedua dari bawah pada Serie A musim 1979/80. Setelah kejadian tersebut Milan nyaris tak pernah sembuh, sampai akhirnya Silvio Berlusconi, seorang konglomerat asal Italia, datang menyelamatkan Milan enam tahun kemudian.

Franklin Foer, jurnalis sepakbola ternama asal Amerika, menyebut bahwa Berlusconi adalah orang yang mempunyai pundi-pundi uang menggunung, di mana rekening bank-nya selalu terisi penuh meski ia menghambur-hamburkannya secara terus-menerus. Dari seorang pemandu bakat band-band yang pantas dipanggungkan di kapal pesiar, Berlusconi kemudian menjadi raja properti dan raja media di Italia. Namanya kemudian semakin tenar ketika brangkas uangnya yang isinya tak pernah habis itu digunakan untuk membangkitkan Milan dari masa suram.  

Satu tahun setelah Milan menjadi milik Berlusconi, mereka berhasil menyabet gelar scudetto 1987/1988. Setelah itu, semangat Milan sepertinya tak pernah padam untuk meraih gelar yang sama. Dan selama dua dekade di bawah rezim Berlusconi, Milan berhasil menjadi salah satu klub terbesar di dunia.

Meski demikian, tidak ada yang abadi di dunia ini. Krisis ekonomi global beberapa tahun lalu juga membuat Berlusconi limbung. Tidak ada lagi pundi-pundi uang yang menggunung. Agar tidak kosong, Berlusconi pun harus susah-payah mengisi rekening bank-nya. Milan, yang semula merupakan pengumpul pemain bintang dengan harga mahal, berubah menjadi tim penjual pemain bintang yang hebat, layaknya sales mobil-mobil sport Eropa. Dengan pendekatan seperti itu, nama-nama tenar sepakbola dunia semakin jarang mengenakan seragam Milan dalam beberapa tahun belakangan ini.

Lalu, dari masa jayanya hingga masa suramnya sekarang ini, siapa saja pemain-pemain yang pernah membuat Berlusconi merasa menyesal setelah menguras isi rekening bank-nya? berikut beberapa di antaranya...

Gianluigi Lentini

"Gianluigi Lentini, salah seorang pemain yang pernah menjadi pemain termahal di dunia, sekarang menjalankan bisnis biliar." Sebenarnya tidak ada yang salah dari judul berita Sky Italia, salah satu media di Italia, pada tahun 2010 tersebut. Tetapi ada satu kesalahan yang dilakukan Lentini yang membuatnya seperti itu.

Pada musim panas tahun 1992, Lentini didatangkan Milan dari Torino dengan mahar sebesar £13 juta, menjadikannya sebagai pemain termahal di dunia pada saat itu. Milan berani membayar mahal karena Lentini dianggap sebagai salah satu pemain sayap modern, yang sangat dibutuhkan Fabio Capello, pelatih Milan pada saat itu. Tahun pertama Lentini bersama Milan tampak baik-baik saja. Dia sukses menjadi bagian penting Rossoneri meraih gelar scudetto di musim debutnya. Namun, setelah itu semuanya menjadi berantakan.

Gianluigi Lentini, Milan

Adalah kecelakaan mobil mengerikan yang dialami Lentini yang menjadi penyebabnya. Lentini mengalami koma selama tiga hari dan membutuhkan waktu lama untuk kembali bermain. Sayangnya, saat dirinya pulih, performa Lentini terus mengalami penurunan. Dirinya menjadi langganan bangku cadangan Milan sampai akhirnya dijual ke Atalanta dengan mahar (hanya) £2 juta pada tahun 1996. Bersama Milan selama empat tahun, Lentini hanya bermain sebanyak 60 kali. Sebuah capaian yang buruk untuk seorang pemain termahal di dunia, bukan?

Pages