Analisa

9 Alasan Mengapa Waktu Arsene Wenger Sudah Berakhir di Arsenal

Perjalanan karier Arsene Wenger memang bisa dibilang begitu cemerlang di masa lalu, tapi setelah lebih dari satu dekade gagal mempersembahkan trofi bergengsi untuk Arsenal, masih layakkah The Professor bertahan di pinggir lapangan Emirates? 

We are part of The Trust Project What is it?

Pada 31 Mei 2017, fans Arsenal hanya bisa tersenyum sembari menggeleng-gelengkan kepalanya kala melihat handphone, membaca kabar di Twitter mengenai perpanjangan kontrak Arsene Wenger. Mereka tidak percaya dengan kabar tersebut. Tak tanggung-tanggung, Arsenal memperpanjang kontraknya selama dua tahun.

Kontrak baru Wenger diumumkan beberapa hari berselang setelah Arsenal menjuarai Piala FA. Namun di musim yang sama (musim 2016/17), untuk kali pertamanya juga Arsenal gagal lolos kualifikasi Liga Champions di bawah pengawasan Wenger.

Arsenal keluar dari empat besar Premier League, tersingkir di Piala Liga dan dipermalukan Bayern Munchen di Liga Champions dengan total agregat 2-10. Penantian titel Premier League pun hanya menjadi angan semata. Ini semua merupakan rangkuman perjalanan Arsenal di musim 2016/17 - raihan titel Piala FA tak mampu mengobati kekecewaan fans. 

Bagaimana dengan perjalanan Arsenal di musim ini? Lebih parah lagi. "Kapal" Arsenal justru tenggelam semakin dalam bersama Wenger. Sebuah pertanda tentunya. Pertanda agar Wenger segera mundur dari jabatannya sebagai manajer Arsenal. Pesan untuk Wenger: Demi kebaikan Arsenal, kami (fans Arsenal) mohon agar Anda mengundurkan diri...

1. Tak Ada Lagi yang Bisa Diberikan Wenger

Pada awal kedatangannya ke Arsenal pada tahun 1996, Wenger membawa banyak gagasan inovatif untuk Arsenal. Ada kalanya di awal era kepelatihannya Wenger dikenal sebagai manajer yang jenius.

Wenger membentuk pondasi dasar Arsenal dalam mengembangkan pemain. Ia juga menjadikan Arsenal sebagai tim yang menghibur melalui suguhan permainan ofensif, dan memainkan operan pendek dengan intensitas tinggi. Arsenal juga tak pernah kehabisan talenta berbakat dengan mental yang kuat, mental pemain juara laiknya Tony Adams, Patrick Vieira, dan Thierry Henry. 

Namun itu semua sudah terjadi di masa lalu. Masa-masa kejayaan Wenger telah lama berakhir. Mungkin, kejayaannya sudah berakhir ketika mempersembahkan titel Premier League pada tahun 2004, kala Arsenal dikenang dengan julukan The Invincibles karena tak pernah kalah dalam semusim.

Saat ini, tidak ada lagi yang diberikan Wenger. Apapun solusi yang coba diberikannya tidak pernah berhasil di Arsenal. Menggunakan taktik tiga bek tidak membantu. Begitu juga dengan mengorbitkan banyak pemain muda dan berpegang teguh dengan filosofi sepak bola Wenger. "Wenger's Way" tak lagi berlaku di Arsenal.

Pages