9 Gol Terbaik yang Dianulir: Dari Salto Balotelli sampai Tendangan Keras Lampard

Gol tendangan Roberto Firmino saat menghadapi Crystal Palace seharusnya tidak dihitung setelah pemain Liverpool ini melepaskan bajunya sebelum bola melewati garis gawang. Daniel Sneeden mengumpulkan beberapa gol yang dianulir terbaik

1. Don Hutchinson vs Liverpool (2000)

Derby Merseyside adalah pertandingan yang menciptakan banyak gol secara rutin, namun hasil imbang tanpa gol di bulan April 2000 ini adalah salah satu pengecualian. Everton berpikir mereka menciptakan gol yang akan menjadi penentu kemenangan telat nan dramatis saat tendangan bebas kiper Liverpool, Sander Westerveld, menghantam punggung Don Hutchinson dan masuk ke gawang kosong, tapi wasit Graham Poll menganulir gol ini setelah mengklaim dirinya telah meniup peluit tanda akhir pertandingan. Everton jelas kesal, dan Poll pada akhirnya mengakui di otobiografi-nya bahwa ia salah dalam mengambil keputusan.

2. Frank Lampard vs Jerman (2010)

‘Gol’ Lampard datang pada momen krusial dalam pertandingan babak 16 besar Inggris menghadapi Jerman di Piala Dunia 2010. Usaha pemain tengah Chelsea ini seharusnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memberikan momentum kepada The Three Lions, namun yang terjadi adalah anak-anak Fabio Capello ini kalah 4-1 dan terhempas dari kompetisi. Insiden ini meningkatkan perdebatan tentang teknologi garis gawang di sepakbola, tapi bahkan permintaan maaf dari Sepp Blatter, sang presiden FIFA, tidak bisa memperbaiki hancurnya mimpi satu negara. Masih ada yang merasa kesal soal kejadian ini?

3. Peter Schmeichel vs Wimbledon (1997)

Bola disundul Gary Pallister dan kemudian disalto oleh kiper asal Denmark ini ke gawang

Tidak ada banyak hal yang lebih menarik dibandingkan menyaksikan seorang penjaga gawang menciptakan gol, terutama dengan cara akrobatik seperti yang coba dilakukan Peter Schmeichel saat menghadapi Wimbledon. Manchester United tertinggal 0-1 dalam pertandingan ulang Piala FA babak keempat dengan 60 detik tersisa, situasi yang membuat Schmeichel maju saat terjadi situasi tendangan sudut.

Bola disundul Gary Pallister dan kemudian disalto oleh kiper asal Denmark ini ke gawang, tapi bendera asisten wasit menghentikan perayaan mereka lebih awal. Dan Schmeichel tidak merasa kesal. “Saya sangat, sangat kecewa, tapi hakim garis benar. Saya offside,” ucapnya ke FFT di tahun 2003. “Dan ya. Ini seharusnya menjadi gol terbaik yang pernah diciptakan penjaga gawang!”