9 Hal Gila yang Dilakukan Mike Ashley di Newcastle United

Dari muntah di bar sampai pemilihan karyawan yang tak bijak, inilah hal-hal gila yang dilakukan Mike Ashley selama menjadi pemilik Newcastle United!

Satu dekade sudah berlalu bagi Newcastle United di era kepemimpinan Mike Ashley. Banyak cerita suka dan (kebanyakan) duka dirasakan fans Newcastle di era kepemilikan sosok pengusaha kaya asal Inggris itu. Dari konsistensi Newcastle di Premier League hingga turun kasta ke Championship, lalu promosi kembali ke Premier League.

Tiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Pun demikian dengan Ashley. Dia tak seperti kebanyakan pemilik klub lainnya yang selalu menjaga imej di depan publik, atau bersikap penuh formalitas untuk menjaga wibawanya. Ashley mengatakan hal yang ingin dikatakannya, dan melakukan apa yang ingin dilakukannya. Sederhana.

Akan tetapi, gayanya memimpin Newcastle terbilang unik, bahkan cenderung gila dengan hal-hal yang telah dilakukannya sejauh ini. Lantas, hal gila apa saja yang telah dilakukannya di Newcastle?

1. Minum Bir di Tribun Penonton

Down to earth. Sebenarnya, tidak ada salahnya berperilaku merendah dan berbaur dengan fans klub ketika tim kesayangannya beraksi. Namun, Ashley kerapkali kelewat batas dengan kecanduannya kepada minuman beralkohol seperti bir.

Dia seperti lupa bahwa dirinya merupakan pemilik klub, yang sepak terjang, perilakunya selalu dipantau publik. Kebiasaannya meminum bir pernah berujung teguran dari polisi ketika kamera televisi, menangkap Ashley tengah meminumnya di tribun penonton kala Newcastle bertandang ke markas Arsenal pada 2008. Untung saja dia tak menenggaknya hingga mabuk dan menganggu kenyamanan penonton lainnya.

2. Mabuk dan Muntah di Perapian

Dari sub-judul di atas saja sudah terlihat, apa layak pemilik klub memperlihatkan perilaku seperti itu? Anda bebas beropini, namun Ashley benar melakukannya tahun ini. Ia menenggak 12 gelas pint, diselingi Vodka, lalu pada akhirnya muntah di perapian bar.

Kala itu Ashley bertaruh dengan Pawel Pawlowski, staf analis dari Jeff Blue, pakar finansial yang juga eks rekannya di Sport Direct International. Sedianya, mereka melakukan pertemuan untuk membahas bisnis di perusahaan Ashley, Sports Direct, namun Ashley tampaknya tidak ingin terlalu serius membahasnya di bar hingga ia menantang Pawlowski untuk adu kuat minum bir. Siapa yang keluar dari bar duluan, maka dia pecundangnya.

Ketahanan Ashley sebagai power-drinker pun terbukti. Ia mengalahkan Pawlowski dan mendapat aplaus dari orang di sekitar bar, meski Ashley pada akhirnya tetap muntah di perapian. Ugh.

3. Ubah Nama Stadion

Stadion merupakan tempat yang sakral bagi sang tuan rumah, begitu juga St James Park yang menjadi saksi naik-turunnya penampilan armada The Magpies selama bertahun-tahun. Digunakan sejak 1880 dan dibuka untuk publik pada 1892, St James Park yang berkapasitas 52.354 penduduk tentu menyimpan banyak cerita.

Fans Newcastle begitu menyukai bentuk, keangkeran, dan suasana di salah stadion terbesar di Inggris itu. St James merupakan nama tempat atau lokasi stadion berada, dan nama itu sudah ikonik bagi fans Newcaste dan juga pecinta sepak bola Inggris. Tak ayal ketika Ashley mengganti namanya menjadi Sports Direct Arena pada 2011, banyak fans yang marah.

Bagaimana tidak, sejarah bertahun-tahun diganti dengan nama sponsor karena kebutuhan marketing, jelas hal itu memicu amarah fans, meski penamaan itu hanya sementara seraya menanti sponsor baru. Bagi kebanyakan orang, nama adalah segalanya dan mengartikan suatu hal penting. Jika Ashley sudah berani mengganti nama stadion untuk sementara, bagaimana nantinya di masa depan apabila Newcastle kembali membutuhkan pemasukan dana?

Nama stadion kembali berganti ke St James Park ketika Wonga menjadi sponsor resmi Newcastle pada 2012.