9 Pemain yang Pulang ke Mantan Klubnya dan Meraih Kesuksesan

Kembali ke mantan klub terkadang bukanlah keputusan yang buruk. Melihat banyaknya pemain yang kembali ke mantan klubnya pada musim panas lalu, Zakky BM melihat kembali perjalanan beberapa pemain yang pernah pulang ke mantan klubnya dan meraih kesuksesan...

Musim panas kali ini, beberapa kesebelasan sepakbola top Eropa memulangkan kembali bekas pemainnya untuk memperkuat kembali skuat mereka di musim 2016/17.  Paling fantastis tentu kembalinya Paul Pogba (Pogback!) ke pangkuan Manchester United. Belum lagi ada nama-nama seperti Mats Hummels yang kembali ke Bayern, Mario Gotze ke Borussia Dortmund hingga transfer panik ala Chelsea yang akhirnya memulangkan David Luiz.

Tampaknya, ungkapan sekaligus sindiran “Buanglah Mantan Pada Tempatnya” tak selamanya berlaku dalam dunia sepakbola. Nama-nama yang telah disebutkan di atas adalah segilintir dari puluhan bahkan (mungkin) ratusan nama pesepakbola se-jagat raya yang memperkuat kembali kesebelaan lamanya.

Tak semuanya berujung kesuksesan, meski, tentu saja, tak semuanya berujung kegagalan. Apakah Gotze, Hummels, Pogba, atau Luiz akan merasakan kesuksesan di klub lamanya? Mungkin mereka harus belajar dari nama-nama di bawah ini…

Raymond Kopa

Para Madridistas seharusnya mengenal nama legendaris ini. Jauh sebelum Zinedine Zidane sebagai orang Perancis yang sukses bersama Real Madrid, telah ada Raymond Kopa yang berkibar namanya bersama Los Blancos saat itu. Namun siapa sangka cinta sejati Kopa ternyata bukanlah Real Madrid, melainkan Stade Reims. Pasca membawa El Real sukses menguasai Eropa tiga kali berturut-turut serta menjuarai La Liga Spanyol, ia pulang ke pangkuan Stade Reims dan membawa klub tersebut juara Liga Perancis dua kali pada tahun 1960 dan 1962.

Johan Cruyff

Meneer Belanda yang banyak disebut-sebut sebagai bapak sepakbola Total Football ini namanya akan terus dikenng sebagai legenda Ajax Amsterdam dan FC Barcelona, tentunya. Beragam gelar di level klub Cruyff telah persembahkan tentunya. Pasca membawa Barcelona kembali bangkit di La Liga Spanyol selama lima musim, ia melanglang buana ke Los Angeles Aztecs, Washington Diplomats hingga ke Levante. Namun pada musim panas tahun 198, ia memutuskan pulang ke Ajax dan mempersembahkan dua gelar Eredivise Belanda dua musim berturut-turut. Meski akhirnya ia pensiun di kesebelasan rival yaitu Feyenoord karena marah dengan sikap manajemen Ajax ketika itu, ia kembali pulang (lagi) ke Ajax untuk melatih kesebelasan terebut untuk kurun waktu 1985 hingga 1988.

Pages