Top 10/50/100

9 Pemain yang Tidak Disangka-Sangka Bisa Bermain di Piala Dunia 2018

Nick Pope

Para pemain ini membuktikan determinasinya untuk terus meningkatkan performa dan membuat mereka akan tampil pada Piala Dunia 2018, meski empat tahun yang lalu, mereka ‘bukanlah siapa-siapa’.

We are part of The Trust Project What is it?

Nick Pope (Inggris)

Nick Pope

Bahkan hingga awal musim 2017/18, bisa bermain di Piala Dunia bagaikan angan-angan belaka untuk Pope. Penjaga gawang Burnley ini memulai musim sebagai pilihan kedua setelah rekan senegaranya, Tom Heaton, diTurf Moor. Tetapi, manajer Sean Dyche terpaksa harus beralih ke penjaga gawang No.2 miliknya setelah Heaton mengalami cedera bahu pada bulan September.

Ternyata itu bukan bencana: Penampilan brilian Pope membuatnya mendapatkan tempat di antara 23 pemain yang dipanggil oleh Gareth Southgate untuk bermain di Rusia, setelah peningkatan performa yang luar biasa dari pemain berusia 26 tahun itu. Pope baru saja menyelesaikan masa pinjaman di klub League Two, York, sebelum Piala Dunia 2014, setelah sebelumnya bermain di empat klub lain – klub-klub divisi keempat atau di bawahnya – dan akhirnya ia melakukan terobosan karier saat bermain di Charlton.

N’Golo Kante (Prancis)

N'Golo Kante

Mengingat bahwa dia sekarang dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa, mudah untuk melupakan bahwa nama Kante hanya baru-baru ini saja diperhitungkan. Pemain Chelsea ini pernah menolak tawaran bermain untuk Mali, tempat di mana kedua orang tuanya lahir, sebelum Piala Afrika 2015. Tetapi, ketika Piala Dunia 2014 berlangsung beberapa bulan sebelumnya, Kante belum pernah bermain satu menit pun di divisi teratas.

Dia akhirnya bermain di Ligue 1 bersama Caen pada 2014/15, dan tampil cukup mengesankan untuk akhirnya pindah ke Leicester di musim panas 2015. Dua gelar Premier League – satu dengan Foxes, satu dengan Chelsea – berhasil ia dapatkan setelanya, dan sekarang Kante menjadi salah satu pemain pertama yang akan dipastikan dipanggil Didier Deschamps untuk membela Prancis.

Essam El-Hadary (Mesir)

Essam El-Hadary

Mesir sempat merajai sepakbola Afrika di paruh kedua dekade 2000-an, dengan memenangkan tiga Piala Afrika berturut-turut dan menjadi satu-satunya negara paling sukses dalam sejarah kompetisi tersebut. Namun, meskipun begitu mendominasi di level kontinental, timnas Mesir selalu gagal untuk lolos ke Piala Dunia ketiga mereka setelah tereliminasi dalam babak kualifikasi di tahun 2006 dan 2010.

They didn’t make it to Brazil 2014 either, a disappointment which seemed to end El-Hadary’s dreams of participating on the biggest stage of all. Remarkably, though, the goalkeeper is still playing international football at the age of 45 and could become the tournament’s oldest ever player this summer.