Top 10/50/100

9 Tim Pelit yang Sukses Meraih Gelar Juara

Fabien Barthez

Fans Tottenham mungkin harus menjalani bursa transfer musim panas yang membuat mereka khawatir - tetapi seperti yang ditunjukkan Matt Gault, tidak berbuat banyak di bursa transfer tidak melulu buruk

We are part of The Trust Project What is it?

Manchester United (2000)

Manchester United asuhan Alex Ferguson ini sukses memenangi liga dengan selisih 18 poin, yang menjadi sebuah rekor tersendiri, pada musim 1999/2000, meski ketika itu manajer asal Skotlandia ini memutuskan bahwa Mark Bosnich bukanlah penerus Peter Schmeichel yang ia harapkan. Massimo Taibi juga sudah mencoba dan gagal - dengan sangat kocak - yang membuat Fergie memilih untuk mendatangkan kiper dari Monaco, Fabien Barthez.

Walaupun karir Barthez di Premier League akhirnya berantakan berkat berbagai kesalahan yang ia ciptakan, musim pertama orang Perancis ini di bawah mistar gawang United cukup sukses - ia mencatat 15 clean sheet dan United pun mendapatkan gelar ketiga beruntun, dengan selisih 10 poin.

Barthez tentu saja ikut berperan ketika itu, namun superioritas United berlanjut berkat kemampuan Ferguson mempertahankan pemain-pemain terbaiknya.

Hal ini tentu saja tidak bertahan selamanya. Jaap Stam pindah ke Lazio pada musim panas selanjutnya dan lini belakang United pun hancur, kepindahan yang membuat mereka kehilangan trofi juara yang direbut oleh Arsenal.

Chelsea (2009)

Kedatangan Carlo Ancelotti di Chelsea tidak menciptakan perubahan besar seperti yang dilakukan Jose Mourinho di 2004. Malah, orang Italia ini lebih memilih mengembangkan gaya bermain Chelsea dibanding bergerak aktif di bursa transfer.

Chelsea hanya mendatangkan Yuri Zhirkov (dengan harga 18 juta pound), Daniel Sturridge (6,5 juta pound), Nemanja Matic (1,5 juta pound), dan Ross Turnbull (secara gratis), tapi fleksibilitas taktik Ancelotti lah yang membawa mereka menjalani musim tersukses di kancah domestik di sepanjang sejarah The Blues. Formasi 4-4-2 berlian yang biasa mereka gunakan sebelumnya bisa dibaca oleh lawan-lawan Chelsea, jadi Ancelotti mengajari The Blues untuk beroperasi dengan formasi 4-3-2-1, 4-3-3, dan 4-2-3-1.

Hasilnya bisa kita lihat sendiri. Ancelotti membiarkan para pemainnya mengekspresikan diri di atas lapangan; Didier Drogba menciptakan 29 gol di liga, sementara Frank Lampard dan Florent Malouda menampilkan performa terbaik mereka.

Chelsea kemudian menggeser United di puncak, menciptakan 103 gol, sebelum memastikan gelar Piala FA untuk melengkapi musim gelar ganda yang luar biasa. Kombinasi cedera, kegagalan di Liga Champions, dan kebangkitan Man United membuat Ancelotti terpuruk setahun kemudian, namun hal tersebut jelas tidak menghapus pencapaian hebat pelatih asal Italia ini pada musim perdananya di Inggris.

Pages