Analisa

Adam Alis: Determinasi, Visinya Yang Luar Biasa dan Internazionale Milan

Penampilannya di SEA GAMES 2015 lalu membuat banyak orang bertanya-tanya, siapakah Adam Alis? EkkyRezky dari FourFourTwo Indonesia menjelaskan semuanya di sini...

We are part of The Trust Project What is it?

Cerita 60 detik

Seandainya bukan karena Pak RT di wilayah tempat tinggalnya, Adam Alis mungkin tak akan mengejar karier sebagai pesepakbola. Karena pujian Ketua RT-nya setelah Adam memberikan gelar juara bagi kampungnya lah, Adam benar-benar serius menekuni karier sebagai pemain sepakbola. Pujian itu juga yang membuat kedua orang tuanya kemudian mendukungnya.

Adam kemudian berlatih sepakbola di SSB Persigawa, di mana ia sempat bermain di final Danone National Cup wilayah Jakarta dan bertemu dengan pemain idolanya, Bambang Pamungkas. Pelajaran sepakbolanya lalu dilanjutkan ke SSB ASIOP, di mana ia menghabiskan masa-masa SMP dan SMA-nya.

Karier Adam bisa dikatakan berjalan mulus sejak lulus SMA. Ia sempat bermain di salah satu klub internal Persija Jakarta, sebelum pindah ke klub divisi tiga Liga Indonesia, Persitangsel Tangerang Selatan, pada 2012. Martapura FC lalu merekrutnya setahun kemudian, dan karier profesionalnya pun dimulai di klub divisi utama tersebut.

Kariernya melesat: Berkat rekomendasi Iwan Setiawan, pelatih Pusamania Borneo FC saat itu yang telah melihat bakat Adam secara langsung di Divisi Utama, klub idola masa kecil Adam, Persija Jakarta, merekrutnya untuk skuat Persija di Indonesia Super League 2015.

“Senangnya bukan main bisa membela Persija. Saya tidak memikirkan kontrak. Saya bangga bisa membela tim impian saya sejak kecil,” kata Adam seperti dikutp Bola.com.

Sayang kariernya di klub ibukota hanya bertahan beberapa bulan. Terhentinya ISL 2015 karena kisruh sepakbola nasional dan masalah tunggakan gaji yang lagi-lagi terjadi di Persija membuatnya mundur dan sempat akan banting setir menjadi tentara pada Agustus 2015. Tapi, sebulan kemudian, ketika sedang menjalani seleksi sebagai tentara, Adam malah mendapatkan tawaran bermain di kompetisi tertinggi di Bahrain bersama East Riffa. Adam pun melupakan karier sebagai tentara dan kembali ke dunia sepakbola profesional.

Adam bermain cukup baik selama di Bahrain, bermain sekitar 60% dari jumlah pertandingan East Riffa selama ia di sana dan sempat membuat sebuah assist yang memberikan timnya kemenangan. Sayang kontraknya diputus pada Januari ini setelah putaran pertama liga Bahrain berakhir, karena alasan kebutuhan tim.

Adam Alis tidak melanjutkan kariernya di Timur Tengah (Sumber foto: bola.com)

Pages