Blog

Agen Mesut Ozil Balas Komentar "Bodoh" Presiden Bayern Munich

Dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada Goal, agen Ozil mengecam komentar "bodoh" dari Hoeness.

We are part of The Trust Project What is it?

Agen Mesut Ozil, Dr Erkut Sogut, membalas komentar "bodoh" dari presiden Bayern Munich Uli Hoeness setelah bintang Arsenal itu memutuskan pensiun dari tim nasional Jerman.

Ozil akhirnya memutuskan pensiun dari timnas setelah dirinya mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari Federasi Sepakbola Jerman (DFB), sebelum, selama, dan setelah Piala Dunia 2018 di Rusia. Presiden DFB Reinhard Grindel dituduh melakukan rasisme.

Ozil menyatakan "Saya adalah orang Jerman ketika kami menang, tapi saya adalah seorang imigran ketika kami kalah" dan pemain berusia 29 tahun itu juga menegaskan dirinya tidak lagi siap untuk menanggung kesalahan atas perjuangan timnas dan mereka yang bertanggung jawab atas sepakbola Jerman--dengan sejumlah figur penting telah berkomentar dalam beberapa pekan terakhir.

Hoeness merupakan salah satu figur terbaru yang memberikan komentar dan dianggap telah melewati batas karena melakukan serangan dengan menuduh Ozil sudah bermain sangat buruk bertahun-tahun.

Dr Sogut sangat kecewa dengan komentar itu dan ia mengambil kesempatan untuk memberikan respons dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada Goal.

"Komentar Mr Hoeness sepenuhnya kehilangan poinnya karena sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepakbola. Ia berusaha mengalihkan perhatian dari masalah yang sebenarnya, masalah rasisme dan diskriminasi di Jerman, yang kembali muncul dalam masyarakat Jerman sehari-hari," ujarnya.

"Seperti kata Mesut dalam pernyataannya, ia menerima kritik yang wajar dan adil terkait sepakbolanya, dan berhubungan itu sebagai bagian dari pekerjaannya. Namun, Mr Hoeness bahkan tidak bisa memberikan bukti yang nyata untuk mendukung pernyataan bodohnya yang jelas dibesar-besarkan. Dalam kasus ini, statistiknya sudah jelas. 23 gol, 40 assist--yang merupakan rekor Jerman--dan lima kali sebagai pemain terbaik Jerman--tiga di antaranya datang setelah 2014."

"Ia menyatakan bahwa Mesut telah menjadi 'hantu' selama bertahun-tahun, tapi 'hantu' apa yang memennagi semua penghargaan dan memiliki kesuksesan besar ini? Mesut menciptakan lebih banyak peluang di Piala Dunia 2018 setiap 90 menit ketimbang pemain lainnya, tapi tentunya, ia sendirian yang mendapat kritik. Sebagai presiden Bayern, bukan hal terbaik untuk fokus pada performa pemain-pemainnya sendiri mengingat delapan pemain di tim Jerman bermain untuk klub itu."

"Kalau Mesut adalah pemain buruk, apa perkataan ini tentang pendapatnya pada Joachim Low, Arsene Wenger, dan Jose Mourinho? Mereka adalah tiga manajer elite yang memuji Mesut sebagai salah satu pemain terbaik di posisinya. Menggelikan bahwa ia berpikir kalau ia lebih berkualitas untuk menilai kemampuan sepakbola ketimbang orang-orang itu, dengan statistik yang palsu."

"Jelas bahwa komentarnya tentang Mesut tidak melakukan tekel apa pun sepenuhnya adalah dibuat-buat dan salah. Tapi, supaya semua orang tahu, di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016, Mesut memenangi lebih dari 65 persen duel per laga, apalagi ia adalah pemain paling penting di pertandingan lawan Prancis dan Italia pada 2016, kembali membuat ejekan yang lengkap dari komentarnya yang menggelikan."

Uli Hoeness Bayern Munich

"Fakta-fakta berbicara dengan sendirinya dan siapa dia yang berbicara tentang Mesut dengan cara ini? Kebohongan-kebohongan ini adalah komentar-komentar yang murah, stereotip, dan tidak berdasar--dibuat tanpa dasar apa pun--yang memungkinkan berita-berita yang menyakitkan menyebar."

"Mr Hoeness, kami tidak akan membuang-buang waktu atau energi untuk membicarakan tentang suatu hal yang jelas-jelas tidak Anda ketahui. Bukan hanya karena ia mempermalukan diri sendiri, tapi juga dan yang lebih penting adalah rasa malu pada sepakbola Jerman dan orang-orang Jerman."

Agen Ozil itu menyerang rasisme dan diskriminasi yang diterima kliennya dari semua sisi pada musim panas ini dan mengklaim pimpinan Bayern itu tidak bisa menghadapi "kebenaran yang tidak nyaman" bahwa kritik playmaker Arsenal itu di Jerman terkait dengan etnis dan agamanya.

"Hoeness sangat nyaman berusaha mengarahkan pembicaraan ke sepakbola," ujar Dr. Sogut lagi. "Anda tidak akan memperhatikan bahwa pernyataan Mesut tidak menempatkan fokus besar pada sepakbola dan lagi pula ia bisa menerima kritik yang terkait dengan sepakbola. Masalah yang sebenarnya adalah apa yang disebutkan sebelumnya--kebangkitan rasisme dan kambing hitam sembarangan yang menjadi sasarannya."

"Ia telah menunjukkan keberaniannya untuk menyuarakan semua orang yang diperlakukan tidak adil di Jerman. Imigran, Muslim, dan masih banyak lagi. Hoeness jelas merupakan salah satu orang yang tidak bisa menghadapi masalah yang ada di depannya, dan bersembunyi di balik statistik yang palsu."

"Hoeness tidak lebih baik dari orang-orang yang disebutkan Mesut dalam pernyataannya, karena ia sengaja mengabaikan titik yang lebih luas ini. Dan, telah melakukannya dengan sengaja. Hoeness tahu apa yang ia lakukan. Menerbitkan komentar-komentar yang gila tentang sepakbola Mesut, dia pikir, itu akan menciptakan reaksi yang besar akan menutupi masalah yang sebenarnya."

"Masalah yang ia dan banyak orang di Jerman takut menghadapinya, masalah yang ia lebih suka menyapunya di bawah karpet karena ia tidak bisa menghadapi kebenaran yang tidak nyaman. Ia menunjukkan kedalaman karakter dan kepribadiannya yang sebenarnya dengan mengabaikan ini dan membuat komentar-komentar bodoh tentang sepakbola."

"Baik, saya tidak akan membiarkan dia berhasil. Mesut telah memberikan segala sesuatunya untuk Jerman di dalam dan luar lapangan--dengan berkontribusi lebih untuk negara daripada apa yang pernah ia impikan."

Ozil menjalani debut internasionalnya pada 2009 dan memiliki 92 caps untuk Jerman, dengan mencetak 23 gol.