Blog

Air Mata Warnai Perpisahan Tim Cahill

Penampilan yang ke-108 menjadi terakhir kalinya bagi Cahill berkostum Socceroos.

We are part of The Trust Project What is it?

Tim Cahill tak kuasa menahan air matanya selepas melakoni laga terakhirnya bersama tim nasional Australia.

Gelandang berusia 38 tahun tersebut mengakhiri karier internasional nan fenomenalnya dengan bermain dalam sepuluh menit akhir saat Socceroos menang 3-0 atas Lebanon dalam partai uji coba di Sydney, Selasa (20/11).

Cahill memang tak mampu menambah pundi-pundi golnya menjadi 51 dari total 108 penampilan bersama Australia, namun publik ANZ Stadium tetap menerima sambutan yang berkesan.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang pertama kepada keluarga atas dukungan sejak hari pertama," ungkap eks bintang Everton tersebut sembari menitikkan air mata.

"Pengorbanan keluarga bagi saya adalah alasan mengapa setiap langkah saya di lapangan saya merasa tak kenal takut dan bebas."

"Yang kedua, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan staf yang pernah bekerja dengan saya. Tanpa kalian saya tak menjadi apa-apa. Para pelatih dan pemain yang tak berada di sini, terima kasih banyak dari hati paling dalam."

"Sekarang, yang paling penting, para fans. Sulit bagi saya untuk bermain bersama Australia di awal dan setiap kali saya mengenakan kostum hijau dan emas saya bermain dengan sepenuh hati."

"Saya tak ingin membuatnya menjadi lama, saya hanya ingin mengatakan ini semua sama banyaknya dengan apa yang saya rasakan. Terima kasih banyak Australia!"

Cahill akan kembali melanjutkan aktivitasnya di level klub dengan membela kontestan Indian Super League (ISL) musim ini, Jamshedspur setelah pernah berkarier di kasta tertinggi Inggris, Amerika Serikat, Tiongkok dan Australia.