Analisa

Alan Smith: "Manajer Terbaik di Dunia Menginginkan Saya. Bagaimana Mungkin Saya Menolak Man United?"

We are part of The Trust Project What is it?

Anda pasti bermain menghadapi beberapa bek hebat di perjalanan Liga Champions itu. Siapa yang terbaik?

Ryan Gulliver, Portsmouth.

Saya mendapatkan kehormatan untuk bermain menghadapi seseorang yang, menurut pendapat saya, adalah bek terbaik sepanjang masa –Paolo Maldini. Pertandingan kami di San Siro saat itu adalah malam yang luar biasa dan kami didukung lima atau enam ribu fans Leeds yang ada di stadion tersebut. Itu adalah penampilan terbaik saya dengan seragam Leeds; walaupun saya tidak menciptakan gol, sisa permainan saya adalah yang terbaik. Saya bertukar jersey dengan Maldini setelah pertandingan selesai dan sekarang itu tetap menjadi satu-satunya jersey yang saya bingkai.

Mengapa tim Leeds saat itu gagal memenangi apapun? Dan kapan Anda mulai menyadari ada yang tidak beres dengan keuangan klub?

Matthew Parkinson, via email.

Ada tim tim yang lebih baik dari kami –tim hebat seperti Manchester United dan Arsenal, dengan pengalaman lebih dan pemain-pemain kelas Dunia. Sebagai orang lokal dan mengenal sepenuhnya klub ini, saya menyadari bahwa semuanya tidak berjalan dengan benar dan mendengar beberapa hal tentang nama-nama pemain yang harus dijual.

Kami menjual Rio (Ferdinand) ke Manchester United di tahun 2002 dengan harga 30 Juta Pound. Leeds tidak bisa menolaknya dan ini membuat saya berpikir bahwa kami tidak sedekat itu untuk melewati jembatan yang memisahkan. Kami finis di posisi kelima, keempat, dan ketiga –David O’Leary dipecat karena finis di posisi kelima, sesuatu yang konyol.

Saya menyadari ada masalah saat kembali dari pramusim di tahun 2003 dan kami memiliki delapan atau sembilan pemain. James Milner dan Aaron Lennon bermain saat mereka masih berusia 16 tahun. Kami memiliki pemain dari Prancis yang tidak pernah bermain di Inggris. Terdegradasi itu rasanya sangatlah berat –perasaan terburuk yang pernah ada. Saya menyalahkan diri saya sendiri tapi rasanya saya tidak bisa melakukan lebih banyak lagi. Memori terakhir saya saat bermain di klub asal saya adalah degradasi. Mengerikan.

Alan Smith

Smith menangis saat Leeds terdegradasi ke divisi Championship pada tahun 2004

Seberapa kesal Anda tidak dibawa dalam skuat Inggris di Piala Dunia 2002?

Ellie Coates, Madrid.

Saya merasa lebih baik dari pemain yang pergi, tapi itu adalah kesalahan saya sendiri. Saya berada di setiap skuat sebelumnya dan saya mendapatkan kartu merah saat menghadapi Makedonia di babak kualifikasi. Sven, yang selalu brilian ke saya, membutuhkan saya di lapangan, membutuhkan saya untuk bisa diandalkan –saya lebih mengerti tentang ini sekarang. Tapi terkadang saya tidak bisa menghentikannya (tersenyum). Saya akhirnya bermain di Piala Eropa U-21 bersama David Platt.   

KARIER

  • Klub: 1998-2004 Leeds United 228 pertandingan (56 gol); 2004-07 Manchester United 93 (12); 2007-12 Newcastle United 94 (0); 2012-14 MK Dons 83 (3); 2014- Notts County 57 (0)
  • Tim Nasional: 2001-07 Inggris 19 (1)
  • Trofi: Playing honours FA Youth Cup 1997; League Cup 2006; Premier League 2007; Football League Championship 2010

Dengan fakta bahwa Anda tetap bertahan saat banyak yang pergi, seberapa mengecewakan mendengar fans Leeds mengkritik Anda setelah bergabung dengan Manchester United? Benarkah Anda menghilangkan dana transfer pribadi untuk Anda yang harus dibayarkan Leeds? Dan apakah cerita bahwa Anda pernah berkata ‘tidak akan pernah bermain untuk Manchester United’ adalah sebuah mitos?

Trevor Hobbs, London

Itu bukanlah sebuah mitos (tertawa) –saya memang pernah mengatakannya. Saya masih muda dan naif dan tidak pernah berpikir bahwa Manchester United akan menginginkan saya suatu saat nanti, dan Leeds akan menjual saya. Lihat betapa konyol-nya saya. Saya juga tidak pernah berpikir bahwa Leeds akan degradasi. Saya kemungkinan tidak akan pindah jika kami tidak terdegradasi, tetapi Leeds mencoba menjual saya ke penawar tertinggi.

Tentang kritik, saya tidak sebodoh itu mengira hal ini tidak akan muncul. Saya sudah berada di klub saat Eric (Cantona) pergi ke Old Trafford. Saya adalah Anak Gawang saat ia kembali dan menciptakan gol di (Elland Road) Kop dan melihat perasaan yang muncul saat itu. Saya berbicara dengan Sir Alex dan ia berkata, “Saya tidak berpikir kamu akan cukup berani untuk mengambil keputusan ini.” Tapi Leeds yang saya tinggalkan bukanlah Leeds yang saya tahu.

Ada orang-orang yang mengurusi klub ini dan saya tidak sukai. Saya datang ke pertemuan dan melihat hal-hal yang aneh. Saya punya kesempatan untuk pergi dari tim yang memiliki peluang menjadi juara menjadi ke tim yang terdegradasi. Dan manajer yang bisa dikatakan terbaik di dunia menginginkan saya. Bagaimana mungkin saya bisa menolak Manchester United?

Tentang mengabaikan biaya transfer –saya memiliki lima tahun sisa di kontrak. Saya seharusnya mendapatkan uang, tapi hal terakhir yang ingin saya inginkan adalah melihat Leeds bangkrut. Saya tidak pernah berbicara soal ini karena saya tidak ingin membicarakan hal buruk tentang klub saya. Saya sudah pernah kembali dan sebagian besar orang baik-baik saja dengan saya.