Kisah

Alessandro Lucarelli: Kesetiaan Kapten dan Legenda Sejati Parma Calcio

We are part of The Trust Project What is it?

Dari Serie D Hingga ke Serie A

Pada bursa transfer musim panas 2008, Parma membeli Alessandro dengan bandrol 1,2 juta Euro dari Genoa. Dengan bergabungnya Alessandro ke Parma, ia kembali bermain di klub bersamaa dengan Cristiano setelah sebelumnya sempat bermain bersama di Livorno pada musim 2004/05.

Di musim pertamanya bersama Parma, Alessandro mampu membawa klubnya promosi ke Serie A. Dan enam tahum setelahnya, mereka terus bertahan di Serie A. Proses naik turun telah Alessandro rasakan di sana. Dan pada 2013, Parma memberikan ban kapten kepadanya sebagai rasa hormat dan kepercayaan atas kesetiaannya untuk tim ini. 

Tapi tidak ada yang bisa mengalahkan kesetiaannya untuk klub tersebut setelah pembacaan keputusan yang hanya berdurasi sepuluh menit di pengadilan Italia yang menyatakan Parma bangkrut dan mau tidak mau didegradasi ke Serie D. 

Kesetiaan Alessandro diuji dan ia berhasil lolos. Pernyataannya pada 2015 lalu menjadi bukti kesetiaannya untuk Gialloblu. "Saya siap bermain di Serie D untuk Parma jika memang itu diharuskan. Setelah tujuh tahun, saya merasa jersey ini adalah milik saya dan saya siap untuk bermain di klub ini di dalam kasta manapun."

Dan dalam tiga musim terakhir, Alessandro bersama Parma Calcio – harus mengganti nama setelah didegradasi – pelan-pelan naik ke tangga menuju Serie A.  

Pada musim 2015/16, Parma promosi ke Lega Pro (Serie C). Kemudian pada musim 2016/17, Parma lolos promosi ke Serie B. Dan pada 19 Mei 2018, Parma dengan gagah bertengger di posisi kedua klasemen Serie B setelah mengalahkan Spezia dengan skor 0-2 sekaligus menandakan mereka langsung mendapatkan tiket promosi ke Serie A musim depan.

Legenda Tidak Diukur dari Kesuksesan

Kisah Alessandro Lucarelli bersama Parma mengingatkan kita dengan kesetiaan Gianluigi Buffon, Alessandro Del Piero, dan Pavel Nedved ketika Juventus dipaksa turun kasta ke Serie B setelah dihajar kasus Calciopoli yang menggemparkan pada tahun 2006. Ketika rekan-rekan sejawat mereka memutuskan pindah, ketiga pemain tersebut memilih setia bermain di Serie B walaupun secara level prestise, Serie B tidak pantas untuk mereka. 

Namun jika mau dibandingkan dengan Alessandro, level kesetiaannya kepada Parma tidak bisa dibandingkan dengan ketiga pemain di atas. Jangankan Serie B, Serie D pun dia jalani bersama Parma. Semua perjalanan berat Parma dari divisi bawah dilalui bersama Alessandro.  

Selama tiga tahun berjuang menuju ke Serie A, ia tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk pindah dari sana. Ia adalah satu-satunya pemain Parma sejak didegradasi yang tetap bermain di klub tersebut. Lucarelli sendiri memang belum memberikan konfirmasi pasti apakah ia akan tetap bermain bersama Parma di musim depan mengingat umurnya yang tahun ini akan menginjak 41 tahun. 

Legenda tidak diukur dari juara, piala, dan medali. Tapi legenda sudah pasti memiliki kesetiaan, perjuangan, dan kerja keras tanpa mengenal pamrih. Seperti yang pernah diucapkan oleh Babe Ruth, 'Heroes get remembered, but legends never die', maka sejak musim ini, kita bisa menyebut Alessandro Lucarelli sebagai legenda Parma Calcio. 

Temukan feature baru setiap harinya di FourFourTwo.com