Ambisi PSG Mendapatkan Neymar dan Sanksi FFP yang Menghantui

Kalau PSG benar-benar akan menebus klausul pembelian Neymar, akan ada sanksi UEFA yang bisa menghantui mereka. Lalu, adakah cara lain untuk bisa mendapatkan Neymar tanpa dijatuhi sanksi FFP?

Bagi penggemar komik, film, dan bentuk karya seni populer, festival Comic Con yang baru ini berlangsung di San Diego, Amerika Serikat (AS), merupakan acara yang paling dinanti, apalagi di dalamnya juga dimunculkan trailer film-film top yang akan muncul tahun ini seperti “Thor: Ragnarok”, “Justice League”, dan juga film serial laiknya “Green Arrow”, “The Flash”, dan “Marvel The Defenders”.

Di satu sisi lainnya, bagi penggila sepak bola Eropa, bursa transfer musim panas saat ini merupakan periode yang paling dinanti mereka: menghibur karena rumor yang terus berkembang setiap harinya. Dari kabar burung yang baru sekadar menjadi pembicaraan media, yang kemudian bisa terus berkembang dikaitkan ke segala hal dari jarangnya pemain bermain, keinginan manajer membeli pemain baru, hingga kebisuan pemain yang tidak menanggapi rumor transfer. Semua bisa diolah menjadi berita besar di bursa transfer musim panas Eropa.

Tak ayal media sosial ramai dengan rumor transfer-transfer besar yang melibatkan nama-nama top di Eropa. Bagi Anda yang senang memantau perkembangan transfer pemain melalui Twitter, nama-nama akun seperti @SkyKaveh, @tancredipalmeri, @CmdotCom_En, @DeadlineDayLive pastilah ada di daftar akun yang Anda ikuti karena mereka selalu memberikan kabar teranyar perihal transfer pemain.

Nah, berbicara transfer besar saat ini, rasanya tidak jauh dari nama Neymar da Silva Santos Junior alias Neymar. Ketika saga transfer Alvaro Morata dan James Rodriguez berakhir, rumor transfer Neymar justru muncul tanpa adanya pemicu yang jelas. Dari sekadar isu ketertarikan Paris Saint-Germain (PSG), berita itu terus berkembang hingga kabar terkini menyatakan bahwa PSG siap menebus klausul pembelian Neymar seharga €222 juta.

Pada awalnya tidak ada yang percaya hal tersebut akan terjadi, apalagi Neymar sudah berada di salah satu klub terbaik dunia, Barcelona, dan ia bahagia di sana pasca teken kontrak baru tahun lalu hingga 2021. Dalam kontrak barunya itu, Neymar memiliki klausul pembelian sebesar €200 juta dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Banderol tersebut sengaja dibuat Barcelona karena mereka tahu, takkan ada klub di dunia ini yang sanggup menebusnya. Jikalaupun mampu menebusnya, maka klub tersebut jelas akan melanggar peraturan FFP (Financial Fair Play). Persis seperti yang dikatakan Presiden Barca, Josep Maria Bartomeu.

PSG berani menebus klausul pembelian Neymar?!

“Neymar bukan pemain aktif di bursa transfer saat ini. Klausul ini sangat tidak mungkin untuk diaktifkan jika Anda ingin mematuhi Financial Fair Play. Jika seseorang tak ingin menurutinya, maka, ya, klausul itu bisa diaktifkan,” tutur Bartomeu.

Kaitkan pernyataan Bartomeu itu kepada PSG, “Apakah mereka sanggup mengeluarkan uang sebesar €222 juta?” tentu bisa, uang sebanyak itu bisa jadi angka yang kecil bagi pengusaha kaya raya asal Qatar, Nasser Al-Khelaifi, yang memiliki perusahaan besar seperti BeIN Media Group dan Qatar Sports Investments.

Lalu, “Adakah cara lain bagi PSG untuk mendapatkan Neymar tanpa harus melanggar aturan FFP?” ada, tapi nyaris mustahil melakukannya: melakukan negosiasi dengan Barcelona. Ini jelas sulit terjadi karena Barca sudah kadung memplot Neymar sebagai suksesor Lionel Messi yang sudah berusia 30 tahun – apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan kandidat Ballon d’Or pengganti Cristiano Ronaldo dan Messi itu.

Apapun cara yang dilakukan PSG, baik dengan menawarkan Angel Di Maria, Marco Verratti, dan Edinson Cavani, belum tentu akan mampu meluluhkan hati petinggi Barca, jadi, opsi paling masuk akal bagi PSG (dan sulit diterima nalar banyak orang) adalah menebus klausul pembeliannya. Dan itu berarti, melanggar aturan FFP.