Analisis FFT: Liverpool 2-1 QPR

Fakta dan statistik Opta dari Liverpool 2-1 QPR, menggunakan Statszone...

Steven Gerrard berubah dari musuh menjadi pahlawan hanya dalam hitungan menit di Anfield, setelah sebelumnya, kapten Liverpool ini gagal mengeksekusi penalti dan semua itu di tebus dengan golnya pada akhir-akhir pertandingan yang membuat skor akhir menjadi 2-1 untuk kemenangan tuan rumah atas QPR.

Hasil ini berarti membuat QPR kemungkinan besar terdegradasi pada pekan depan, kekalahan ini juga memberikan dampak kesedihan yang ganda bagi pemain dan staff tim asal London tersebut setelah kabar meninggalnya istri dari pemain belakang QPR, Rio Ferdinand karena kanker. Sebelum pertandingan di mulai, Gerrard memberikan satu buket bunga sebagai rasa duka citanya terhadap mantan kapten Inggris tersebut.

Dalam masa-masa terakhirnya sebelum pindah ke LA Galaxy, Gerrard gagal mengeksekusi penalti tetapi sukses mencetak gol kemenangan dan sepertinya mengembalikan kepercayaan diri Liverpool setelah sebelumnya kalah 1-0 dari Hull City.

Philippe Coutinho memberikan keunggulan bagi the Reds pada menit ke 19, setelah menerima umpan manis Rickie Lambert. Lambert yang menjadi penyerang utama, mencetak assist pertamanya bersama Liverpool. Tuan rumah menciptakan enam kesempatan pada awal-awal pertandingan, dengan QPR yang kesulitan untuk menyerang dan gagal menembus pertahanan Liverpool.

Pada babak kedua, QPR seperti menaikkan tensi pertandingan, Leroy Fer sukses mencetak gol penyama kedudukan bagi tim asal London tersebut di menit-menit awal babak kedua, tetapi sayangnya, wasit menganulir gol tersebut. Tetapi, Fer sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke 73.

Di menit ke 79, kerja keras QPR lagi-lagi dikacaukan oleh Liverpool, setelah tuan rumah mendapatkan hadiah penalti setelah Nedum Onuoha melakukan pelanggaran terhadap Mardin Skrtel. Pelanggaran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan oleh pemain QPR terebut. Tetapi, Rob Green dengan gagah berani menggagalkan penalti Steven Gerrard dan tetap membuat skor sama 1-1.

Sepertinya memberikan hadiah penalti kepada lawan kurang begitu berkesan bagi Onuoha, dirinya melengkapi penderitaan timnya dengan mendapatkan kartu merah setelah melanggar Jordon Ibe. 

Kartu merah tersebut membut tim asuhan Chris Ramsey kacau dan sukses dimanfaatkan oleh Liverpool setelah Gerrard menebus dosanya dengan gol sundulannya setelah memanfaatkan umpan matang Coutinho di menit ke 87. Kekalahan ini berarti membuat QPR membutuhkan tujuh poin lagi untuk tetap berada di Premier League dan anak asuh Ramsey ini sepertinya akan terdegrasi pekan depan saat menghadapi Manchester City.

Liverpool semakin dekat dan mengamankan posisinya untuk UEFA Europa League dan Brendan Rodgers sangat menikmati dan berterima kasih kepada Gerrard karena berhasil membuat pada fans lupa akan insiden pesawat yang membawa tulisan "Rodgers OUT, Benitez IN" pada awal-awal pertandingan. Pada akhirnya, Gerrard adalah pahlawan di pertandingan ini dan Liverpool tetap berada di urutan ke 5.

Fakta Opta

  • Liverpool sukses memenangkan 20 pertandingan dan hanya kalah satu kali dari total 23 pertandingan kandangnya melawan QPR.
  • The Reds hanya kalah satu kali dari 12 pertandingan terakhirnya di Anfield (M8 S3 K1).
  • Steven Gerrard total telah sembilan kali gagal mengeksekusi penalti di sepanjang sejarang liga. Hanya Shearer (11) dan Sheringham (10) yang memiliki rekor lebih banyak darinya.

  • Philippe Coutinho sukses mencetak tiga golnya di liga saat melawan Queens Park Rangers.
  • Rickie Lambert mencatatkan assist pertamanya bagi Liverpool dan pertama sejak Maret 2014.
  • QPR hanya berhasil melakukan satu kali clean sheet dalam 18 pertandingan tandang terakhirnya. Faktanya, the R's tidak pernah berhasil clean sheet kala melakoni pertandingan liga di Anfield.
  • Leroy Fer sukses mencetak gol back-to-back di pertandingan tandang liga untuk pertama kali sepanjang karirnya.

  • QOR sukses mencetak gol pada pertandingan tandang mereka di 10 pertandingan terakhir, rekor tepanjangnya di liga.
  • Hanya ada empat penjaga gawang (David James 13, Thomas Sorensen 12, Brad Friedel 10 & Mark Schwarzer 10) yang berhasil menggagalkan eksekusi penalti di sejarah modern Premier League dibandingkan Rob Green (9).
  • Gol kemenangan Liverpool yang dicetak oleh Gerrard adalah gol pertamanya menggunakan kepala sejak terakhir kali melakukannya pada Januari 2014 melawan Everton.

Analisi semua pertandingan menggunakan StatsZone.