Analisa

Analisis Stats Zone: Inggris Menampilkan Performa Terbaik, Tapi Itu Tidak Cukup

Gol penyama kedudukan di masa injury time menodai penampilan terbaik Inggris di turnamen besar selama bertahun-tahun. Begini analisis Gary Parkinson dan Stats Zone

We are part of The Trust Project What is it?

Anda bisa dengan mudah menebak perjalanan Inggris di turnamen besar: ia dimulai dengan optimism tinggi dan berakhir dengan kekecewaan yang pahit.

Sebetulnya, perjalanan Inggris di turnamen-turnamen terakhir mereka selalu menunjukkan mediokritas dan kebanyakan dianggap sebagai kegagalan. Sejak Sven-Goran Eriksson memimpin The Three Lions mengalami tiga kekalahan di perempat final, mereka tidak pernah benar-benar memenangkan sebuah pertandingan di babak gugur.

Namun, usaha Roy Hodgson untuk mempermuda skuat – skuat saat ini lima tahun lebih muda daripada tim yang dipilih Fabio Capello untuk Piala Dunia di Afrika Selatan – dan kemauan untuk bereksperimen secara taktik telah menghadirkan kesegaran di Inggris kali ini.

Melawan Rusia di Marseille, ia memilih formasi 4-3-3 yang menyerang, dengan memasang Harry Kane bersama Raheem Sterling dan Adam Lallana yang mengapitnya, dan mendorong Wayne Rooney ke lini tengah bersama Dele Alli dan Eric Dier sebagai penjaga keseimbangan dan dua full-back Spurs, Kyle Walker dan Danny Rose, terus maju ke depan untuk membantu serangan.

Dan memang segalanya berjalan sangat baik dengan Inggris bisa menekan Rusia: dalam 15 menit pertama, mereka menguasai 78% bola dan menyelesaikan 86 dari 101 usaha umpan dibanting 17 dari 31 usaha umpan milik Rusia. Mereka tidak bisa mempertahankan tempo itu secara penuh di paruh pertama pertandingan, tetapi secara keseluruhan mereka bisa melakukan 9 tendangan berbanding hanya 1 untuk Rusia.

Sebagaimana yang disadari Louis van Gaal, penguasaan bola dan tekanan tinggi tidak berguna tanpa gol dan kemenangan. Dan selama 15 menit pertama babak kedua, Rusia bangkit, dan memilih untuk mulai menguasai bola alih-alih bertahan dan menahan serangan Inggris, dengan menyelesaikan lebih banyak umpan ketimbang Inggris dan menciptakan beberapa peluang.

Tetapi The Lions bangkit lagi pada menit ke-73 untuk mendapatkan keunggulan. Alli dilanggar di sekitar bagian D di kotak penalti, yang agak dekat untuk penendang bebas reguler mereka, Kane. Justru Dier lah yang maju untuk mengeksekusi dan tendangannya melambung ke tiang jauh dan melewati jangkauan Akinfeev, membuat semua fans dan pemain bersorak merayakannya.

Inggris memanfaatkan keunggulan mereka dan lebih terlihat akan bisa menambahnya alih-alih kehilangan keunggulannya ketika Jack Wilshere, yang menggantikan Rooney lima menit setelah gol, terus membawa bola ke depan dan bekerja sama dengan rekan-rekan setimnya dengan gayanya yang tipikal. Masuknya James Milner untuk menggantikan Sterling yang sporadic di sepanjang laga juga terlihat masuk akal.

Namun Rusia belum mati dan bisa membalas Inggris di, yah, injury time. Dua dari tiga menit yang diberikan sudah terlewat ketika Inggris menyapu tendangan penjuru Rusia namun tidak benar-benar menjauhkannya dari gawang: Georgy Schennikov mengangkat bola ke tiang jauh, di mana bek tengah Vasili Berezutski melompat lebih tinggi daripada Alli untuk menyundul bola melewati Hart yang tak berdaya. Itu adalah satu-satunya peluang akurat Rusia di babak kedua.

Jadi, Inggris melanjutkan tradisi mereka tidak pernah menang di pertandingan pembuka mereka di Euro, tetapi secara keseluruhan performa mereka terlihat lebih bagus daripada turnamen-turnamen mereka sebelumnya.

Mereka memaksa Rusia melakukan rata-rata satu tekel dalam dua menit, dan meski Hodgson akan menghadapi pertandingan yang sangat berbeda melawan pemimpin grup sementara, Wales, pada hari Kamis nanti, ia bisa setidaknya melihat kembali performa terbaik Inggris dalam satu dekade terakhir ini. Tim mudanya yang fleksibel ini hanya perlu belajar beberapa pelajaran sepakbola yang sangat mendasar – misalnya mengubah dominasi menjadi gol ketika Anda sedang dalam kondisi unggul, jangan melakukan hal buruk ketika Anda gagal melakukannya – jika tidak mau perjalanan mereka benar-benar berakhir dengan kekecewaan yang pahit.

Semua berita Euro 2016 bisa kamu temukan di sini

Lebih banyak feature setiap harinya di FFT.com • Analisis