Analisis Stats Zone: Mengapa Marcus Rashford Memang Pemain yang Spesial

Pemain berusia 18 tahun tersebut mempunyai satu atribut sangat penting yang akan berbahaya bagi tim mana pun, tulis Robert O’Connor...

Di tengah kelesuan yang menjangkiti musim Manchester United, sisi positif yang tersisa adalah rekam jejak Louis van Gaal yang selalu percaya pada pemain muda –yang setidaknya bisa mengobati kerinduan pada salah satu tradisi panjang klub yang telah absen sejak Sir Alex Ferguson berpindah tempat ke kursi direksi.

Pada hari Minggu saat melawan Arsenal juga muncul perasaan, yang kentara dalam beberapa pekan terakhir, bahwa tim ini mulai mengingat kembali permainan menyerang yang diharapkan saat bermain di Old Trafford.

Tetapi dengan musim mulai memasuki bulan Maret, terlihat sepertinya musim ini mungkin akan diingat karena penampilan-penampilan yang bagus dari para pemain akademi: Jesse Lingard, Cameron-Borthwick Jackson, dan, pemain yang tampil meyakinkan dengan dua golnya ke gawang kandidat juara, Arsenal, Marcus Rashford.

"How'd I do boss?"

Persiapkan diri Anda

Dua gol dalam 122 menit bersama tim utama, menyusul dua golnya melawan Midtylland di tengah pekan, mengarah ke sesuatu yang lebih signifikan daripada sekadar seorang pemain debutan dengan motivasi meluap dan keberuntungan.

Bahkan sebelum Rashford membuat timnya unggul dalam waktu 30 menit, ia memicu kenangan tentang masa kejayaan Manchester United

Pergerakan Rashford saat menghadapi Arsenal, yang tidak hanya membuat dirinya mencetak dua gol tapi juga memudahkan Ander Herrera mencetak gol ketiga, terlihat halus dan sangat cerdas.

Jika era Van Gaal akan berakhir di akhir musim ini, warisannya adalah (setidaknya ia ambil bagian) kesempatan yang ia berikan bagi idola baru di Old Trafford – walaupun ada andil masalah cedera juga.

Bahkan sebelum Rashford membuat timnya unggul dalam waktu 30 menit, ia memicu kenangan tentang masa kejayaan Manchester United, dengan melakukan cutting-inside dari sisi kiri, melewati Hector Bellerin dan Gabriel, sebelum kemudian dijatuhkan Gabriel yang seharusnya dihadiahi tendangan penalti.

Jika kurang direct-nya permainan United di daerah sepertiga akhir menjadi penyebab kejengkelan para penggemarnya, kecenderungan Rashford untuk memaksa memanfaatkan celah-celah yang tersedia cukup untuk membuat lawan frustasi, dan membuat dua pemain belakang Arsenal di sisi kanan seperti kehilangan keseimbangan dan bimbang.

Hanya sedikit pemain bertahan yang mengalami hal serupa ketika bermain di Old Trafford musim ini seperti back four Arsenal saat menghadapi pergerakan Lingard dan Rashford.

Sang pemburu ruang

Gol pertamanya terjadi karena beberapa keberuntungan, tapi tanpa gerakan awal yang dilakukan pemain muda tersebut, keberuntungannya akan menjadi sia-sia

Segera setelah pertandingan berjalan 20 menit, ketika Juan Mata mengacau sisi di kiri, pemain berusia 18 tahun ini menunjukkan tanda-tanda pertama dari kecenderungannya dalam mencari ruang saat tidak menguasai bola. Ia memperlambat larinya agar tetap berjarak 12 yard dari gawang dengan Gabriel dan Laurent Koscielny terpancing oleh pergerakan Jesse Lingard.

Kemampuan untuk berhenti dan memeriksa keadaan di sekitarnya meski pertandingan tengah berlangsung cepat menjadi kualitas utama dari permainan bagus Rashford saat melawan Arsenal, meski tim tamu gagal mengambil pelajaran dari peringatan awal tersebut.

Gol pertamanya terjadi karena beberapa keberuntungan, tapi tanpa gerakan awal yang dilakukan pemain muda tersebut, keberuntungannya akan menjadi sia-sia. Ketika Guillermo Varela bersiap melakukan umpan silang, Rashford menjauhkan diri, memungkinkan Bellerin untuk terganggu dengan permainan di depannya dan memberikan ruang bagi pemain muda tersebut untuk menyelesaikan pergerakannya setelah Bellerin mencoba mengamankan bola dari Gabriel yang terpeleset.

Marcus Rashford header

Rashford gets up to steer home a header

Ruang itu tampaknya dimenangkan tanpa usaha, tapi dengan dia memilih menunda untuk melakukan pergerakan yang biasa dilakukan penyerang tradisional untuk berduel dengan pemain belakang, ia pun memperoleh keuntungan ketika Gabriel tersandung.

Gol keduanya tidak memerlukan pemikiran mendalam, ruang kosong yang berada di antara dua bek tengah Arsenal cukup bagi Rashford untuk menggandakan keunggulan timnya tanpa harus  berpikir tentang bagaimana cara dia memperoleh peluang tersebut.