Analisis Taktik: Umpan Jauh, Senjata Sekaligus Masalah Timnas Indonesia

Apa kekuatan timnas Indonesia yang membuat Merah Putih berpeluang untuk sekali lagi menciptakan kejutan di AFF Suzuki Cup 2016? Dan apa yang mesti diperbaiki dari permainan mereka? Yudha Prastianto memberikan analisisnya...

Tim nasional Indonesia berhasil melaju ke babak final AFF Suzuki Cup 2016 dengan catatan yang cukup impresif. Tim yang dilatih Alfred Riedl tersebut tercatat sebagai tim kedua paling produktif di ajang dua tahunan ini.

Sejauh ini, skuat Garuda berhasil membukukan 10 gol dan menempatkan kapten mereka, Boaz Solossa, dan gelandang enerjik, Stefano Lilipaly, sebagai top skorer tim.

Pertemuan dengan Thailand yang merupakan tim terproduktif di partai puncak nanti bakal menjadi pembuktian kubu mana yang lebih tajam. Maka tak ayal apabila dua leg di pertandingan final akan menjadi laga yang menarik untuk disaksikan. Sungguh final ideal.

Indonesia dan Thailand akan beradu kesuburan di depan gawang pada final nanti

Kendati menjadi tim terbaik kedua dalam hal produktivitas, Indonesia sejatinya masih punya pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan. Riedl harus lebih bisa fokus pada persoalan lini depan, karena sektor pertahanan timnas yang sebelumnya jadi perhatian perlahan sudah makin membaik meski kerap kehilangan konsentrasi jelang akhir laga.

Kendati menjadi tim terbaik kedua dalam hal produktivitas, Indonesia sejatinya masih punya pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan

Sebagaimana kita semua tahu, selama berlaga di AFF Suzuki Cup 2016, pelatih asal Austria mengaplikasikan dua formasi, yakni 4-4-2 (4-1-4-1) dan 4-2-3-1. Akan tetapi, Riedl sepertinya sudah mulai terbuka dan menemukan ‘cinta’ barunya di formasi 4-2-3-1 yang akhir-akhir ini sering ia aplikasikan.

Bahkan, Riedl sendiri mengatakan bahwa dirinya akan tetap mengusung formasi tersebut saat menjamu skuat arahan Kiatisuk Senamuang di Stadion Pakansari, Cibinong besok. Bukan tanpa sebab, formasi itu menciptakan koneksi yang baik antara pemain bertahan dan gelandang. Hal ini menegaskan bahwa Riedl akan tetap menerapkan strategi serangan balik.

Dalam sesi latihan yang digelar di lapangan Sekolah Pelita Harapan Karawaci, Boaz dkk terlihat terus melatih percobaan serangan dari kedua sayap di mana di masing-masing area terdapat nama Rizky Pora dan Andik Vermansyah yang punya keunggulan dalam hal kecepatan. Dan secara otomatis, operan jarak jauh kembali menjadi kunci permainan timnas di laga nanti.

Umpan jauh akan jadi andalan Indonesia lagi di final nanti

Hanya saja, permainan umpan-umpan jauh Indonesia yang bisa dibilang kurang efektif menjadi satu masalah laten. Ini menjadi salah satu penyebab para pemain timnas kesulitan saat akan memulai serangan balik dari belakang.