Apa Alasan Para Pemain Meminta Untuk Dijual oleh Klubnya? FourFourTwo Menginvestigasinya...

Ketika seorang pemain mengajukan transfer, apa yang Anda bayangkan? Apakah itu hanyalah bagian normal dari sepak bola seperti halnya jala dan tiang gawang, atau keinginan yang harus terpenuhi? Dengan Riyad Mahrez baru saja mengungkapkan keinginannya untuk pergi dari Leicester City, Sam Rowe memberikan penjelasan mengenai fenomena ini... 

Halaman belakang surat kabar adalah halaman favorit banyak penggemar sepak bola di masa dibukanya jendela transfer. Sementara mereka yang terobsesi pada selebriti akan memperhatikan 'sidebar of shame' di Daily Mail, suporter sepak bola tidak akan henti-hentinya memperbarui laman utama akun Twitter mereka untuk mencari perkembangan terbaru mengenai transfer James Rodriguez, atau mengetahui klub mana lagi yang membidik Virgil van Dijk. Namun, di tengah bursa transfer musim panas yang super ramai, yang biasanya akan diisi dengan kabar gila dari klub-klub Tiongkok serta negosiasi para pemain top dengan klub-klub kaya, mari kita membicarakan soal permintaan transfer dari pihak pemain atau yang lazim dikenal dengan istilah transfer request.

Meski bursa transfer kali ini dipenuhi kabar bahwa Van Dijk dan Diego Costa ingin meninggalkan klub mereka saat ini, tidak satu pun dari mereka yang berbuat sesuatu yang bagi beberapa orang terlihat masuk akal, yaitu menegaskan niat mereka dengan mengajukan permintaan transfer. Saat ini baru RIyad Mahrez yang melakukannya - setidaknya, dia sudah mengungkapkan keinginannya kepada publik untuk pergi. Pertanyaannya kemudian, mengapa beberapa pemain lain mengajukan permintaan transfer ke klub mereka sementara  yang lain tidak? 

Demi Suporter 

"Mungkin salah satu alasan terbesarnya (mengapa sebagian pemain tidak mengajukan permintaan transfer) adalah dampaknya terhadap hubungan mereka dengan dengan para suporter dan sesama pemain," kata Clifford Bloxham, Wakil Presiden agensi olahraga Octagon, yang mewakili para pemain seperti Frank Lampard, Gareth Southgate, dan Daniel Sturridge. 

Permintaan transfer hanya buang-buang waktu. Hari-hari itu sudah berlalu, bertahun-tahun yang lalu, karena klub-klub sekarang tahu saat Anda tidak merasa bahagia

- Agent= pemain, Barry Silkman

"(Permintaan transfer) adalah pernyataan niat terbuka, dan saya akui, salah satu aspek yang menarik dari sepak bola adalah intrik di dalamnya. Saat Anda mengatakan, 'Saya ingin meninggalkan klub ini', tak ada lagi spekulasi, itu adalah fakta dan hal itu pastinya akan menghancurkan hubungan pemain dengan para suporter, dan juga dengan rekan setimnya." 

"Coba bayangkan. Jika Anda bekerja dan Anda tahu bahwa orang yang bekerja dengan Anda setiap hari tidak benar-benar ingin berada di sana, hal itu tentu mengubah perasaan Anda terhadap mereka." 

Tapi Barry Silkman tidak setuju dengan pendapat tersebut. Mantan gelandang Manchester City dan Leyton Orient ini sekarang bekerja sebagai agen yang mengurus banyak proses transfer pemain. Pandangannya mengenai permintaan transfer lebih pragmatis. 

"(Mengajukan permintaan transfer) hanya buang-buang waktu saja," katanya kepada FFT secara blak-blakan. "Hari-hari itu (ketika pemain harus mengajukan permintaan transfer untuk bisa dijual) sudah berlalu, bertahun-tahun yang lalu, karena klub-klub sekarang tahu saat Anda tidak merasa bahagia. Anda bisa menemui manajer, Anda mungkin akan menemui ketua klub, Anda memberi tahu mereka bahwa Anda tidak bahagia dan Anda ingin pergi apapun alasannya. Mengajukan permintaan transfer tidak membuat Anda lebih berpeluang untuk bisa hengkang, kita semua sudah melupakan cara kuno itu."

Barry Silkman

Buang-buang waktu saja, kata Silkman

Dia mengatakan sesuatu yang penting. Jika dilihat sepintas, daftar transfer resmi di situs PFA memang menunjukkan bahwa biasanya hanya segelintir pemain yang mengajukan permintaan transfer dari ratusan pemain di Premier League dan Football League.

Mengingat banyaknya jumlah pemain yang pindah di musim panas, daftar pemain yang mengajukan transfer mungkin tidak terpantau. Tapi menurut Ketua Eksekutif PFA, Gordon Taylor, mendaftarkan pemain dengan status 'tersedia' menjadi hal yang lebih lumrah dilakukan oleh klub-klub saat ini.

"Itu karena klub enggan mengatakan para pemainnya berada dalam daftar (jual)," kata Taylor, "Karena biasanya itu menjadi indikasi bahwa jika ada klub yang menawar, tawaran mereka akan bernilai lebih rendah dari nilai yang sebenarnya mereka harapkan." Alasan yang masuk akal, karena sebuah klub yang secara terbuka menawarkan seorang pemain ke klub rival, secara efektif akan memotong harga pemain hingga separuhnya, terlepas dari apakah sang pemain berada di dalam daftar jual atau tidak.

Selanjutnya: "Siapapun yang menciptakan jendela transfer ini seharusnya digantung