Apa yang Harus Diperbaiki Indonesia U-19 Demi Meraih Juara Piala AFF 2017

Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri ini memang tampil menjanjikan sejauh ini, tapi masih ada banyak hal yang harus diperbaiki oleh mereka. Apa saja?

Timnas Indonesia U-19 yang mayoritas dihuni oleh pemain-pemain berusia 17 hingga 18 tahun, (kembali) berhasil membuat pecinta sepakbola nasional terkagum-kagum. Ya, di bawah komando Indra Sjafri, anak-anak muda harapan bangsa tersebut bermain apik di gelaran Toulon Tournament 2017 meski pada akhirnya tidak mampu mencuri satu pun poin dari tiga pertandingan di fase grup.

Pujian pun mengalir dari berbagai pihak, tak terkecuali panitia penyelenggara. Bahkan, pemain depan Indonesia, Egy Maulana Fikri, dianugerahi penghargaan pemain terbaik kendati turnamen belum selesai dilaksanakan.

Jika melihat performa Garuda Muda beberapa waktu lalu, kita semua memang patut berbangga: Indonesia mampu mengimbangi upaya dari tim-tim lain yang lebih berpengalaman dan sejatinya menurunkan pemain-pemain berusia 19 hingga 20 tahun.

Meski begitu, apa yang ditunjukkan oleh timnas U-19 sebenarnya masih terbilang kurang memuaskan. Dari tiga pertandingan di turnamen bertaraf internasional itu, pasukan Indra Sjafri masih punya kelemahan-kelemahan di semua lini.

Fokus utama ada pada sektor terdepan: tiki-taka epik yang diperagakan Egy cs harus diakhiri dengan kekecewaan akibat lini depan yang kurang baik dalam memanfaatkan peluang. Hal ini terlihat di seluruh laga ketika melawan Brasil, Republik Ceska dan Skotlandia.

Berulang kali Indonesia memiliki peluang yang seharusnya berbuah gol, namun sangat disayangkan ketika harus menyaksikan bola tersebut justru melebar atau dengan mudahnya diamankan oleh bek atau kiper lawan. Praktis, hanya satu gol yang sukses dilesakkan Garuda Muda lewat kaki Hanis Putra Saghara saat menghadapi Skotlandia pada partai terakhir.

Pages