Apa yang Salah Dengan Pep Guardiola dan Manchester City?

Manchester City mengakhiri tiga pertandingan dengan hasil imbang. Setelah mereka dikalahkan oleh Tottenham Hotspur 2-0, sepertinya banyak pelatih lain yang telah mengetahui kelemahan dari skuat Pep Guardiola ini, apakah benar? Zakky BM dari FourFourTwo Indonesia memiliki jawabannya...

Ekspektasi yang membumbung tinggi jelas dirasakan oleh sebagian besar penggemar dan pendukung Manchester City pada awal musim ini. Setelah mereka mengetahui Josep ‘Pep’ Guardiola akan mulai menangani The Citizens di awal musim ini sedari awal tahun 2016 yang lalu, berbagai harapan dan impian terutama melihat Manchester City menjadi raja di Eropa mereka yakini mampu ditangani oleh pelatih berkepala plontos ini. Permulaannya pun cukup menyenangkan nan menjanjikan; tak terkalahkan di sepuluh pertandingan pertama di segala kompetisi.

Namun, ketika The Citizens bertamu ke Celtic Park, armada asuhan Brendan Rodgers menyibak aib dari pertahanan Manchester City dengan mampu unggul sepanjang pertandingan sebanyak tiga kali sebelum akhirnya Manchester City selalu menyamakan kedudukan hingga skor berakhir 3-3. Tak ada yang aneh pada formasi Pep saat itu, 4-1-4-1 dengan minus Kevin de Bruyne (cedera) seharusnya lebih unggul di atas kertas ketimbang skuat Celtic saat itu. Namun, ternyata sisi pertahanan Manchester City berhasil di eksploitasi oleh Moussa Dembele, dkk.

Moussa Dembele, Scott Sinclair

Moussa Dembele sukses menjadi momok menakutkan bagi permainan kacau City

Lima hasil minor terakhir City, dua diantaranya berakhir dengan kekalahan. Keduanya juga sama-sama memaksa Manchester City tak mencetak satu gol sama sekali. Kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur di White Hart Line dan hancur lebur 0-4 di Camp Nou memperlihatkan bahwa masa transisi dan adaptasi skuat Manchester City bersama Guardiola tak semulus paha penyanyi idol asal Jepang atau aktris drama Korea, misalnya. Sepuluh kemenangan awal seperti angin lalu saja ketika serangkaian hasil minor ini tercipta dalam lima pertandingan terakhir.

Dalam konferensi persnya pasca imbang dari Southampton akhir pekan lalu, memang Guardiola tidak menyalahkan kesalahan-kesalahan individual pemainnya sebagai dasar utama performa buruk City akhir-akhir ini. Pembelaan untuk pemainnya juga ia ungkapkan bahwa saat menghadapi Everton, City bermain sangat luar biasa namun tak sanggup menang karena gagal mencetak gol dari penalti sebanyak dua kali.

Mauricio Pochettino, Victor Wanyama

Pochettino sudah memiliki cara bagaimana mengalahkan Pep Guardiola dan Manchester City