Apa yang terjadi pada peran Makelele?

Selama satu dekade, para klon dari Claude mampu merajai daerah di depan keempat bek. Namun, sejak Barcelona muncul dengan segala kehebatannya, tim-tim papan atas pun menuntut ketrampilan lebih dari para gelandang tukang jagal mereka.

FFT benar-benar salut pada apa yang telah terjadi di masa lampau tapi juga memprediksi masa depan untuk posisi khusus yang menjadi milik seorang pemain itu saja.

Jarang sekali kita menemukan pelatih yang diberi kebebasan untuk merekrut sebelas pemain baru di awal musim, tapi ketika miliuner super kaya Roman Abramovich melabuhkkan sauh kapal pesiarnya di Chelsea pada musim panas tahun 2003, pelatih Claudio Ranieri diberikan wewenang untuk mendatangkan 11 pemain baru.

Glen Johnson, Wayne Bridge, Damien Duff, Geremi, Juan Sebastian Veron, Joe Cole, Adrian Mutu, Alexey Smertin, Hernan Crespo dan Neil Sullivan semua didatangkan ke Stamford Bridge, meski dengan dasar alasan yang berbeda-beda, tapi dibanding kesemua nama itu, ada satu nama pemain yang paling diinginkan oleh pelatih asal Italia ini.

“Ketika Abramovich tiba, saya menyebutkan nama [Claude] Makelele karena sang pemain adalah arsitek dari Real Madrid,” kata Ranieri. “Dia menjadi kunci permainan karena dia menghentikan arus permainan lawan, dan mengawali pola penyerangan dari timnya sendiri.”

Jelas bahwa Florentino Perez tidak menghargai Makelele sebesar itu, dan dirinya cukup sombong ketika mengatakan bahwa peran sang gelandang asal Prancis itu tidak akan dirindukan. “Dirinya bukan pemain yang handal menyundul bola dan Anda bisa melihat dirinya jarang mengumpan lebih dari jarak tiga meter,” caci sang presiden Real Madrid ini. “Para pemain muda akan datang dan mereka akan membuat Makelele dilupakan.”

Sang presiden benar-benar tidak menyadari kekeliruannya. Dalam buku autobiografi dari Steve McManaman, mantan rekan setim Makelele itu mengatakan bahwa banyak pihak luar yang tidak bisa melihat dengan benar nilai penting dari sang gelandang pekerja keras kelahiran Zaire ini.

Pages