Apakah Manchester United Akan Gunakan Sistem Tiga Bek di Musim 2017/18?

Manchester United sudah mencoba sistem tiga bek di pra-musim mereka di Amerika Serikat, tapi Renalto Setiawan memberikan argumentasinya mengapa mereka tak akan menggunakan sistem ini sebagai andalan utama di musim 2017/18 nanti...

Di Premier League musim lalu banyak tim yang kembali memainkan formasi tiga bek, sebuah formasi yang sebetulnya sudah tidak lagi populer sejak pertengahan tahun 90-an lalu. Sementara Arsenal mulai menggunakan formasi ini di pekan-pekan terakhir liga, Manchester City dan Tottenham Hotspur sering memainkan formasi ini di sejumlah pertandingan, formasi tiga bek merupakan formasi terbaik Chelsea di sepanjang musim lalu.

Menariknya, jika dilihat secara mendalam, tim-tim tersebut sebenarnya memainkan formasi dengan tiga bek dengan tujuan yang berbeda-beda. City, seperti tim-tim Pep Guardiola sebelumnya, memainkan formasi tiga bek untuk mempermudah mereka dalam melakukan penguasaan bola. Spurs memainkan formasi ini karena mempunyai sejumlah pemain yang cocok untuk bermain di berbagai macam peran, terutama Eric Dier yang bisa berperan sebagai ball-playing defender maupun holding midfielder dalam satu pertandingan. Sementara itu, Arsene Wenger mengaku terpaksa memainkan formasi tiga bek, yang sebelumnya tidak pernah dia lakukan sejak menangani Arsenal pada tahun 1996 silam, karena permainan direct yang mulai menjadi senjata tim-tim di Premier League pada musim lalu.

Berbeda dengan Arsenal, City, dan Spurs yang menggunakan formasi tiga bek untuk pendekatan tertentu, Chelsea di sepanjang musim lalu menggunakan formasi tiga bek sebagai pakem dasar mereka. Menurut Antonio Conte, pelatih Chelsea, formasi tiga bek mampu memberikan keseimbangan kepada timnya – bagus dalam transisi bertahan maupun menyerang. Conte seperti menyadari bahwa dalam sepakbola modern, di mana tempo yang dimainkan begitu cepat, cara sebuah tim dalam melakukan transisi sama pentingnya dengan cara sebuah tim dalam bertahan dan menyerang. Chelsea kemudian nyaris tak terbendung saat memainkan formasi ini hingga meraih gelar Premier League pada musim lalu.

Kesuksesan Chelsea dalam memainkan formasi tiga bek kemudian membuat sejumlah lawan mereka memainkan sistem yang sama saat menghadapi mereka. Namun, hanya segelintir tim yang ternyata bisa mengalahkan mereka – salah satunya adalah Tottenham Hotspur yang sebelumnya juga fasih dalam memainkan formasi tiga bek. Alasan dari kegagalan tim-tim tersebut sebenarnya sederhana: meski mempunyai pemain-pemain yang sebenarnya tidak cocok untuk bermain dengan formasi tiga bek, mereka tetap memaksa untuk bermain dengan formasi itu. Mereka seperti lupa bahwa Conte terpaksa menyingkirkan pemain-pemain seperti John Terry, Cesc Fabregas, hingga Oscar agar Chelsea bisa mengeluarkan potensi terbaik mereka saat bermain dengan formasi itu.

Chelsea dan Conte sukses menjadi 'raja Inggris' musim lalu berkat sistem tiga bek

Berdasarkan kesuksesan yang diraih Chelsea pada musim lalu, musim ini mungkin banyak tim-tim di Premier League yang akan menggunakan formasi tiga sebagai pakem dasar permainan mereka. Saat ini mereka mempunyai banyak waktu untuk membuat formasi itu sukses. Selain itu, mereka juga bisa memanfaatkan bursa transfer untuk mamaksimalkan pendekatan itu. Yang kemudian menjadi pertanyaan: apakah Manchester United juga akan melakukan hal sama?