“Apakah Spanyol lebih baik daripada Brasil 1970 saya? Tidak. Kami tahu bagaimana mencetak gol”

FFT melontarkan pertanyaan yang lama terpendam untuk legenda kidal 1970, Rivelino

Spain mungkin akan meraih Piala Dunia kedua beruntun mereka di Brasil. Apakah Anda menganggap mereka sebaik atau bahkan lebih baik daripada Brasil 1970 yang Anda perkuat?

Sama sekali tidak. Spanyol, untuk menjadi yang terbaik, mereka harus menjadi juara tak terkalahkan di Piala Dunia. Mereka tak mampu. Mereka harus menjadi mesin pencetak gol.Mereka merupakan juara dengan gol tersedikit. Brasil 1970 tak hanya mencetak banyak gol; gol-gol yang kami buat bagus-bagus. Bahkan kegagalan-kegagalan Pele itu [penyelamatan Gordon Banks dan and tipuan melawan Uruguay] dikenang sampai saat ini. Dapatkah Anda mengingat sebuah gol fantastis Spanyol? Mereka adalah pengoper bola yang brilian. Andres Iniesta dan Xavi adalah pemain-pemain jenius. Namun, butuh lebih banyak hal agar menjadi tim terbaik yang pernah ada. Dan, orang-orang Eropa tak selayaknya berhitung untuk mendukung opini siapa yang terbaik: Brasil, Argentina, dan Uruguay tak bermain di Eropa, dan bersama-sama, negara-negara itu mengumpulkan sembilan gelar Piala Dunia. Angka itu bukan rincian yang kecil. Brasil 1970 begitu hebat dengan pemain terbaik dan ia harus tampil dengan kemampuan terbaik sehingga pemain-pemain berbakat lainnya tak bisa melewatinya.

Kendati ada pemain-pemain hebat itu,benarkah Anda tak berharap menjadi juara Piala Dunia 1970?

Kami memiliki lima pemain No.10 di lapangan sekaligus: Pele, Gerson, Tostao, Jairzinho, dan saya. Kami bisa membuat segala macam operan dan gol, tapi saya curiga kami sama sekali tak memedulikan pertahanan [tertawa]. Mario Zagallo merupakan seorang pelatih brilian, dan ia bisa membuat kami bertahan dan bertahan dengan baik. Saya berharap menjuarai 1970, tapi saya tak menyangka level performa seperti itu. Kami mengalami kesulitan saat kualifikasi. Dan, orang-orang segera lupa ketika undian dilakukan. Setiap orang memperkirakan kami merasakan kesulitan. Inggris adalah juara bertahan; Cekoslowakia dan Rumania menjadi juara grup di kualifikasi Eropa. Tak ada alasan untuk menjadi optimistis.Itulah kenapa keberhasilan kami terasa lebih besar – tak ada yang memperkirakannya, tapi kami menang di semua laga dan menampilkan sepak bola indah.

Sebesar apa tekanannya saat itu?

Saya pikir tim ini berada di bawah tekanan yang lebih besar. Saya adalah anak baru, tapi sebagian besar anggota tim 1970 memiliki segudang pengalaman. Neymar tak memiliki anutan, dan ia baru berusia 22 tahun. Hal itu merupakan masalah. Pada masa kami, tekanannya adalah untuk menjadi besar lagi dan membantu Pele menjuarai Piala Dunia terakhirnya. Tekanan adalah hal penting. Lihat yang terjadi pada 1982. Brasil merupakan favorit, mempunyai segalanya di dalam tim, tapi kalah. Kalau saja mereka disorot lebih dekat, berada dalam keraguan, dan memikirkan kelemahan mereka, hasil akhirnya mungkin berbeda. Di era kami, keragu-raguan itu membantu. Saya berharap tekanan kembali membantu kami kali ini.

Anda bermain dengan Pele dan Anda adalah pahlawan Diego Maradona. Siapa yang terbaik?

Anda harus paham arti Pele bagi saya. Ia adalah orang yang membuat saya menyaksikan pertandingan ketika masih kecil. Stadium penuh karena dia. Santos tak berada di Rio, tapi Maracana selalu penuh sesak ketika ia tampil di sana. Dan, setiap orang ingin melihat Sang Raja. Ia sama mengesankannya saat disaksikan langsung. Segalanya terlihat sederhana dan ia bermain dengan daya magi di semua sisi lapangan: ia menggiring, menembak, dan mengoper dengan kedahsyatan kedua kaki. Tak ada lagi yang seperti Pele – tak hanya karena ia meraih gelar dan mencetak gol lebih banyak daripada pemain lain, tapi karena ia hebat dalam segala aksinya. Diego magis, dan saya pikir ia layak diperbandingkan dengan Pele. Argentina ’86 bukan tim terbaik, tapi Diego membuat setiap pemain tampil lebih baik. Pada 1990, ia memimpin Argentina yang rata-rata saja ke final. Dan, siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada 1994 kalau tidak karena situasi doping aneh itu? Kaki kiri Diego tak tertandingi – lebih istimewa dibandingkan dengan kaki kiri Pele. Namun, tak ada yang seperti Pele.

Topics