Analisa

Apakah Tidak Merekrut Pemain Sama Sekali Seperti Tottenham Hotspur adalah Langkah Bijak?

Tottenham Hotspur membuat kejutan dengan tidak merekrut satu pun pemain di bursa transfer musim panas lalu. Hal yang bijak?

We are part of The Trust Project What is it?

Aktivitas belanja pemain baru, dalam dunia sepakbola menjadi hal yang paling ditunggu setelah memastikan targetnya (juara, lolos zona Eropa atau lolos degradasi) di penghujung musim. Tak hanya bagi pelatih dan klubnya untuk memperbaharui kedalaman skuatnya, namun bagi para suporter suporter klub itu sendiri. Bahkan bagi pekerja media seperti kami, masa-masa di jendela transfer memberikan banyak garapan berita yang cukup bervariasi.

Paling mudah, coba tanyakan saja kepada para manajer-manajer fiktif di dunia gim Football Manager. Salah satu masa yang paling ditunggu adalah masa bursa transfer. Memastikan pemain incarannya pindah ke klubnya setelah negoisasi panjang dari beberapa bulan sebelumnya menjadi kenikmatan yang hakiki. Maka oleh karena itu kita harus sepakat bahwa transfer pemain adalah hal yang integral dan tak bisa dipisahkan begitu saja dalam industri sepakbola modern saat ini.

Masalahnya kini muncul fenomena klub yang tak belanja sama sekali di bursa transfer. Mungkin tak belanja di tengah musim (bursa transfer Januari) memang sering kita jumpai. Namun tak belanja di awal musim, tentu adalah hal yang aneh. Tottenham Hotspur asuhan Mauro Pochettino, awal musim 2018/19 ini sama sekali tak memboyong pemain baru  ke dalam skuat The Lilywhites. Mereka menjadi tim pertama sepanjang sejarah Premier League Inggris yang tak mendatangkan pemain baru di bursa transfer musim panas.

“Tentu saja, ini sangat sulit untuk dimengerti bagi banyak orang bahwa Tottenham tidak sama sekali mendatangkan atau menjual pemain,” ungkap pelatih mereka. “Tapi dalam sepakbola, anda sewatu-waktu mesti melakukan hal yang berbeda. Jika kami sangat senang dengan skuat yang ada dan tak meningkatkan/menambah skuat kami, maka hal tersebut memang lebih baik bagi kami untuk mempertahankan skuat ini bersama-sama.”

Bagi Spurs, kebijakan mereka yang tak menjual siapapun dan tak membeli siapapun jelas bisa dimengerti. Selain kedalaman skuat yang cukup bagus karena mampu mempertahankan banyak pemain kunci, Spurs juga dalam proses pelaksanaan proyek pemugaran stadion White Hart Lane. Tak mengherankan jika musim ini mereka berkandang di Wembley dan juga berhasil lolos ke Liga Champions Eropa menjadi klub asal London satu-satunya di ajang paling elit tersebut.

 Jika memakai standar Spurs; mereka tak menjual, tak juga membeli, berstatus sebagai penghuni big four musim lalu, maka ukuran kesuksesan yang seperti ditanyakan pada awal judul tulisan ini adalah masuk zona Eropa atau meraih satu gelar domestik. Piala FA ataupun Piala Liga (Carabao) sekaligus finis di empat besar akhir musim ini adalah capaian ‘sukses’ dari Spurs musim ini.