Arsenal 0-2 West Ham: Siapa Satu-Satunya Kreator yang Lebih Baik Daripada Payet di Eropa?

Jurnalis FFT, Joe Brewin, menyaksikan dari Emirates Stadium saat tim besutan Arsene Wenger terjerembab dalam kekalahan di pekan pertama...

Jadi, mungkin pembicaraan soal meraih gelar itu terlalu awal. Karena di sini, Arsenal mengalami awal musim 2015/16 terburuk dengan kekalahan 0-2 di kandang atas West Ham, yang sebelumnya selalu kalah dalam lima kunjungan terakhir mereka ke Emirates.
 
Bahkan musim lalu, saat 12 laga awal mereka hanya menghasilkan empat kemenangan yang membuat mereka gagal bersaing dengan Chelsea, mereka berhasil menaklukkan Crystal Palace di laga pembuka.
 
Tapi laga ini berbalik bagi The Gunners memasuki dua menit sebelum turun minum ketika Petr Cech, yang begitu dielu-elukan setelah sentuhan pertamanya di laga ini - menjadi penyebab utama terjadinya gol pertama West Ham dengan tak terduga berlari ke area kosong untuk mengantisipasi tendangan bebas Dimitri Payet dan membuat Cheikhou Kayoute sukses menyundul gol pembuka.

Di babak pertama Arsenal tampak kesulitan mengadapi lini tengah yang solid dan dari skema serangan yang mereka ciptakan, mereka menyia-nyiakan peluang untuk bisa membobol gawang lawan. Butuh 33 menit untuk menciptakan peluang tepat sasaran pertama mereka di laga ini, sundulan Per Mertesacker.

STATS ZONE

Analisis pertandingan Arsenal 0-2 West Ham dengan Stats Zone, GRATIS: 

• online • iOS • Android

Setelah turun minum, mereka kembali membayar penampilan buruk mereka setelah Alex Oxlade-Chamberlain - pemain terbaik The Gunners di babak pertama - kehilangan bola di area permainannya sendiri dan membuat Mauro Zarate menaklukkan Petr Cech, yang mungkin seharusnya bisa melakukan sesuatu yang lebih baik untuk menghentikan tembakan tersebut. Sejak gol itu, tak ada lagi jalan mundur untuk West Ham, tim besutan Slaven Bilic bertahan dengan kuat dan ditambah dengan ketangguhan Adrian dan beberapa block yang luar biasa, klub London timur menjaga gawangnya tidak kebobolan.
 
"Secara keseluruhan kami dihukum," kata Wenger usai pertandingan. "Kami memberi dua gol dengan sangat mudah. West Ham sedikit lebih tajam dari kami, lebih maju dalam persiapan mereka. Kami tidak cepat dalam permainan umpan-umpan kami dan kemudian kami dihukum untuk itu. Kami tidak berkonsentrasi saat eksekusi bola-bola mati. Kami memiliki cukup pengalaman di belakang, bukan hanya Petr Cech. Kami tidak cukup baik, kami tidak meyakinkan, dan West Ham bermain bagus."  

Sebuah kata terakhir untuk pemain muda West Ham, Reece Oxford, yang berusia 16 tahun yang lahir setelah Perancis juara dunia 1998, dan baru saja mendapatkan GCSE-nya dan menjadi pemain Premier League termuda ketujuh dengan menjadi starter di laga ini. Remaja ini tak tampak salah posiis di kedalaman lini tengah West Ham, hanya sekali salah mengirim umpan dari 21 umpan dan menambahinya dengan catatan tiga tekel sukses, tiga intercept dan dua block di area pertahanan West ham. Bukan performa yang buruk untuk diceritakan kepada rekan-rekan setimnya. 

Fakta Opta

  • West Ham mengakhiri sembilan kekalahan beruntun di liga melawan Arsenal dalam pertandingan ini.
  • Itu adalah kemenangan pertama West Ham di Emirates sejak tahun 2007, kekalahan pertama Arsenal di stadion baru mereka dari West Ham.
  • Arsenal gagal mencetak gol dalam empat dari lima pertandingan liga terakhir mereka di Emirates.
  • Hanya Kevin De Bruyne (20) yang mencetak lebih banyak assist daripada Dimitri Payet (18) di lima liga Eropa sejak musim lalu.
  • Seluruh tiga gol Mauro Zarate di liga dicetak dalam laga tandang.
  • Reece Oxford menjadi pemain termuda West Ham United di Liga Primer.
  • Oxford juga menjadi pemain termuda kedua yang menjadi starter  dalam laga Premier League sepanjang sejarah kompetisi.

STATS ZONE Gratis di iOS • Gratis di Android