Arsenal Oh Arsenal: Mengapa Masalah yang Sama Kembali Menghantui The Gunners?

Apa yang terjadi pada Arsenal? Mengapa masalah yang sama kembali terjadi pada mereka? Arief Hadi memberikan analisisnya...

Masalah lama yang tak pernah berakhir. Arsenal terus dihantui permasalahan yang sama dari musim ke musim; yakni inkonsistensi bermain. Apa hal yang menyebabkannya? Banyak. Mengapa hal itu selalu berulang dari musim ke musim? Tanya Arsene Wenger.

Momen terindah ketika meraih trofi Premier League Inggris pada 2004 bak menjadi klimaks dari era kejayaan Wenger. Pria Prancis berusia 67 tahun ini membangun dinasti, menanamkan filosofinya di Arsenal sejak 1996, dan kini, Wenger justru memecah belah fans Arsenal yang terbagi menjadi dua kubu.

Enough is enough” merupakan lontaran kekecewaan fans yang ingin Wenger angkat kaki, sementara penggemar yang pro kepada Wenger, masih mengingat pengabdian dan jasanya selama 21 tahun untuk klub London Utara tersebut. Namun, setelah kekalahan 1-3 dari Chelsea di pekan 24 Premier League, masih adakah suporter yang mendukung Wenger?

“Saya marah dan kecewa karena kami kalah di laga yang sangat besar. Titel (Premier League) menjauh dari genggaman dan tak ada alasan menyembunyikan fakta itu,” ucap Wenger pasca Arsenal kalah dari Chelsea.

Anda marah dan kecewa Opa Wenger, tapi fans boleh jadi muak dengan alasan demi alasan yang dilontarkan Anda. Puasa gelar Premier League sejak 2004 dan Arsenal selalu berada di ‘comfort zone’ empat besar Premier League, hal itu tentu tak cukup untuk klub sekaliber Arsenal.

Lantas, apa yang menjadi dosa Wenger saat ini hingga Arsenal (masih) kesulitan bersaing merebutkan titel Premier League?

Pelajaran dari Chelsea

Wenger tidak pernah belajar dari kesalahan yang sudah banyak dilakukannya dalam 26 tahun berkarier di Arsenal. Sebagian besar kekalahan yang diterimanya dari klub-klub besar Premier League, terjadi dengan pola bermain sederhana, counter attack atau serangan balik.

“Segalanya hanya tentang memberi tekanan dan memotong jalur bola. Saya pikir cara itu akan sangat menyulitkan Arsenal untuk memainkan permainan mereka. Ketika Arsenal menemukan ritme bermain mereka, mereka sangat sulit dihentikan,” ucap mantan bek West Ham United dan Fulham, Tony Gale, mengomentari permainan Arsenal.

Fakta permainan itu terbukti jelas ketika menghadapi Chelsea. Antonio Conte tak perlu memberi instruksi khusus untuk menaklukkan Arsenal. The Blues hanya perlu mempertahankan gaya bermain yang sudah diperlihatkan musim ini, bertahan baik dan efektif mengonversi peluang menjadi gol dari serangan balik.